Lanny Jaya, Papua, AgaraNews.com // Sebuah gerakan besar sedang berlangsung di Lanny Jaya, Papua, di mana kopi bukan hanya sekadar komoditas, tapi juga simbol peradaban dan harapan bagi masyarakat. Seorang tokoh masyarakat Lanny Jaya, dengan semangat yang membara, menyatakan, “Bukan rumah dan tempat kita cintai negeri, tetapi manusia juga kita mencintai.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sebuah pernyataan yang penuh makna, ia menekankan pentingnya kerja keras, ilmu, dan persatuan untuk mengangkat martabat petani dan memperkenalkan cita rasa Lanny Jaya ke dunia. “Dari tanah Lanny Jaya, kopi bukan sekadar hasil kebun—ia adalah peradaban yang kita bangun bersama,” ujarnya.
Kopi Lanny Jaya memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dan identitas masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan serius, kopi ini bisa menjadi sumber kebanggaan dan kemajuan bagi Lanny Jaya. “Bangun kopi, bangun peradaban. Dari Lanny Jaya untuk dunia,” tambah tokoh tersebut.
Namun, ada tantangan besar yang dihadapi, yaitu kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi di Lanny Jaya. “Saya bukan miskin harta kekayaannya, tetapi saat ini saya miskin untuk orang mau bekerja menghadapi peradaban ekonomi di Lanny Jaya,” katanya dengan nada keprihatinan.
Gerakan ini bukan hanya tentang kopi, tapi juga tentang membangun peradaban dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Lanny Jaya. “Hari ini kita menanam kopi, besok kita membangun peradaban. Lanny Jaya akan dikenal bukan karena keterbatasan, tapi karena kualitas kopinya,” tutupnya.
Dengan semangat dan visi yang kuat, masyarakat Lanny Jaya berharap dapat membangun masa depan yang lebih cerah dan sejahtera. Atas nama petani kopi, mereka berjuang untuk menciptakan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.(Lia Hambali)
Liputan : Kaonak Papua

































