Berulang Lagi,…!!! Puluhan Siswa SMK N  Merdeka di Karo Tumbang Usai Santap  MBG, Orang Tua Cemas Anaknya Dirawat di RS

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 06:08 WIB

50183 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belum Usai Kasus SMA Negeri 1 Berastagi, Kini Giliran SMK Negeri 1 Merdeka, Belasan Siswa Masih Terbaring Lemas di RS Amanda Berastagi

Tanah Karo, AgaraNews. Com // Harapan orang tua akan makanan sehat dan bergizi untuk anaknya di sekolah, berubah menjadi kecemasan di ruang Instalasi Gawat Darurat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang tumbuh kembang anak bangsa, kembali meninggalkan pilu di Kabupaten Karo. Belum kering air mata penanganan kasus dugaan keracunan di SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama, kejadian serupa kembali terulang dengan korban yang lebih banyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kali ini, tangis itu datang dari SMK Negeri 1 Merdeka, yang beralamat di Jalan Hotel/Jalan Pendidikan No.1, Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada jam makan siang, Senin (14/9/2026).

Informasi yang dihimpun Tim Agaranew.cpm di lapangan menggambarkan kepanikan. Satu per satu siswa mengeluhkan mual, pusing, dan sakit perut hebat tak lama setelah menyantap makanan. Pihak sekolah yang panik segera melarikan para siswa menggunakan mobil operasional dan ambulans menuju RS Amanda Berastagi.

Hingga Senin sore, suasana haru menyelimuti RS Amanda. Puluhan siswa masih terbaring lemas dengan selang infus di tangan, sementara orang tua mereka berdatangan dengan wajah cemas menunggu kabar dari tim medis. Beberapa siswa lain dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan awal.

“Anak saya tadi pagi berangkat sehat-sehat saja Pak. Pulang sekolah katanya dapat makan gratis, tapi sekarang malah di infus. Kami jadi takut,”* ujar salah satu orang tua siswa yang ditemui di RS Amanda dengan suara bergetar, enggan disebutkan namanya.

Kejadian ini sontak menambah daftar panjang catatan kelam implementasi program MBG di Karo. Pertanyaannya kini bukan lagi soal gizi, melainkan soal keamanan pangan.Disdik Sumut Benarkan, Data Korban Masih Didata

Kebenaran kejadian ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, S.Pd., M.Pd.

Saat dihubungi AgaraNews.comn Zulkarnain membenarkan laporan tersebut.

“Laporan dari kepala sekolah memang betul (keracunan MBG). Kasi SMK sedang berada di sekolah untuk mendapat laporan utuh,” kata Zulkarnain.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Cabang Dinas belum bisa merinci jumlah pasti korban dan menu apa yang menjadi pemicu.

“Saya belum menerima data, termasuk jumlah korban dan menu MBG yang diduga menyebabkan para siswa mengalami keracunan,”ujarnya singkat.

Kepala Sekolah Bungkam, Dinkes dan Penyedia MBG Belum Bersuara

Upaya konfirmasi kepada Kepala SMK Negeri 1 Merdeka, Mbina Bangun, belum membuahkan hasil. Pesan dan panggilan telepon wartawan belum dijawab.

Kini publik menanti langkah tegas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan, serta transparansi dari pihak SPPG/penyedia MBG terkait standar pengolahan, kebersihan, dan rantai distribusi.

Masyarakat Karo berharap, program mulia ini tidak terus memakan korban. Jangan sampai niat baik memberi gizi gratis, justru berakhir di ranjang rumah sakit.

Evaluasi total, pengawasan ketat, dan jaminan keamanan pangan harus menjadi harga mati. Karena tidak ada gizi yang berarti jika taruhannya adalah kesehatan dan nyawa anak-anak kita.       ( Donal)

Berita Terkait

Kejari Sidoarjo Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Desa Ngaban, Tunggu Hasil Audit Teknis
Tingkatkan Aksesibilitas Warga, Perbaikan Jalan Berastagi – Simpang Empat Segera Rampung
Pemkab Karo Dukung Jaksa Sahabat Pendidik, Perkuat Pencegahan Penyimpangan Anggaran Sekolah
Dorong Transformasi Tata Kelola Desa Berdampak, Pemkab Karo Buka Pendampingan Inovasi Sosial dan Penyusunan Roadmap
Polda Banten Imbau Masyarakat Waspadai Aktivitas Gunung Anak Krakatau
Tangis Mitra MBG Asal Toraja: Emas Keluarga Digadai, Suami Sakit, Modal Rp 3 Miliar Tak Kembali
Mitra MBG Yuka Afrianto Tagih Kepastian: Jika Dapur Tak Jalan, Kembalikan Modal Kami
Kecewa Audiensi Batal Sepihak, Presidium Mitra SPPG MBG Ancam Kepung Senayan dan Istana

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Kejari Sidoarjo Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Desa Ngaban, Tunggu Hasil Audit Teknis

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Tingkatkan Aksesibilitas Warga, Perbaikan Jalan Berastagi – Simpang Empat Segera Rampung

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Pemkab Karo Dukung Jaksa Sahabat Pendidik, Perkuat Pencegahan Penyimpangan Anggaran Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Dorong Transformasi Tata Kelola Desa Berdampak, Pemkab Karo Buka Pendampingan Inovasi Sosial dan Penyusunan Roadmap

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Polda Banten Imbau Masyarakat Waspadai Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Mitra MBG Yuka Afrianto Tagih Kepastian: Jika Dapur Tak Jalan, Kembalikan Modal Kami

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Kecewa Audiensi Batal Sepihak, Presidium Mitra SPPG MBG Ancam Kepung Senayan dan Istana

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:31 WIB

MK Bacakan Putusan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Malam Ini Pukul 20.00 WIB

Berita Terbaru