Berulang Lagi,…!!! Puluhan Siswa SMK N  Merdeka di Karo Tumbang Usai Santap  MBG, Orang Tua Cemas Anaknya Dirawat di RS

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 15 September 2026 - 06:08 WIB

5041 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belum Usai Kasus SMA Negeri 1 Berastagi, Kini Giliran SMK Negeri 1 Merdeka, Belasan Siswa Masih Terbaring Lemas di RS Amanda Berastagi

Tanah Karo, AgaraNews. Com // Harapan orang tua akan makanan sehat dan bergizi untuk anaknya di sekolah, berubah menjadi kecemasan di ruang Instalasi Gawat Darurat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi penopang tumbuh kembang anak bangsa, kembali meninggalkan pilu di Kabupaten Karo. Belum kering air mata penanganan kasus dugaan keracunan di SMA Negeri 1 Berastagi dan Yayasan Bersama, kejadian serupa kembali terulang dengan korban yang lebih banyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kali ini, tangis itu datang dari SMK Negeri 1 Merdeka, yang beralamat di Jalan Hotel/Jalan Pendidikan No.1, Desa Jaranguda, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo. Puluhan siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan massal setelah menyantap menu MBG yang dibagikan pada jam makan siang, Senin (14/9/2026).

Informasi yang dihimpun Tim Agaranew.cpm di lapangan menggambarkan kepanikan. Satu per satu siswa mengeluhkan mual, pusing, dan sakit perut hebat tak lama setelah menyantap makanan. Pihak sekolah yang panik segera melarikan para siswa menggunakan mobil operasional dan ambulans menuju RS Amanda Berastagi.

Hingga Senin sore, suasana haru menyelimuti RS Amanda. Puluhan siswa masih terbaring lemas dengan selang infus di tangan, sementara orang tua mereka berdatangan dengan wajah cemas menunggu kabar dari tim medis. Beberapa siswa lain dilaporkan telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan awal.

“Anak saya tadi pagi berangkat sehat-sehat saja Pak. Pulang sekolah katanya dapat makan gratis, tapi sekarang malah di infus. Kami jadi takut,”* ujar salah satu orang tua siswa yang ditemui di RS Amanda dengan suara bergetar, enggan disebutkan namanya.

Kejadian ini sontak menambah daftar panjang catatan kelam implementasi program MBG di Karo. Pertanyaannya kini bukan lagi soal gizi, melainkan soal keamanan pangan.Disdik Sumut Benarkan, Data Korban Masih Didata

Kebenaran kejadian ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Sumatera Utara, Zulkarnain Barus, S.Pd., M.Pd.

Saat dihubungi AgaraNews.comn Zulkarnain membenarkan laporan tersebut.

“Laporan dari kepala sekolah memang betul (keracunan MBG). Kasi SMK sedang berada di sekolah untuk mendapat laporan utuh,” kata Zulkarnain.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, pihak Cabang Dinas belum bisa merinci jumlah pasti korban dan menu apa yang menjadi pemicu.

“Saya belum menerima data, termasuk jumlah korban dan menu MBG yang diduga menyebabkan para siswa mengalami keracunan,”ujarnya singkat.

Kepala Sekolah Bungkam, Dinkes dan Penyedia MBG Belum Bersuara

Upaya konfirmasi kepada Kepala SMK Negeri 1 Merdeka, Mbina Bangun, belum membuahkan hasil. Pesan dan panggilan telepon wartawan belum dijawab.

Kini publik menanti langkah tegas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karo untuk melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan, serta transparansi dari pihak SPPG/penyedia MBG terkait standar pengolahan, kebersihan, dan rantai distribusi.

Masyarakat Karo berharap, program mulia ini tidak terus memakan korban. Jangan sampai niat baik memberi gizi gratis, justru berakhir di ranjang rumah sakit.

Evaluasi total, pengawasan ketat, dan jaminan keamanan pangan harus menjadi harga mati. Karena tidak ada gizi yang berarti jika taruhannya adalah kesehatan dan nyawa anak-anak kita.       ( Donal)

Berita Terkait

Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK : PPWI Desak Hukuman Maksimal dan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
MA Tolak KASASI Balai Wilayah Sungai : Putusan PTUN Manado Perkuat Legal Standing Rako, Dokumen Proyek Pantai Amurang Wajib Dibuka
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siaga Karhutla, Koordinasi BNPB Perkuat Langkah Terpadu di Riau
Kodam I/BB Rampungkan Pipanisasi 700 Meter, 149 KK di Aloban Bair Kini Nikmati Air Bersih
Aktivis Perempuan Sdri. Selput Serukan Peringatan Tragedi Semanggi II Secara Damai, Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi
Polisi Tangkap Mekanik Spesialis Pencurian 12 Electronic Control Unit (ECU) di Tanjung Priok
Wujud Nyata Kepedulian terhadap Kesehatan Warga Binaan, Pemko Tanjungbalai Bersama Lapas Kelas IIB Laksanakan Deteksi Dini Kasus TB dan CKG
Dari Pos Kulirik ke Gereja Dondobaga, Personel Damai Cartenz Sapa Anak-Anak Sekolah Minggu

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:50 WIB

Residivis Korupsi Fahd A. Rafiq Ditangkap KPK : PPWI Desak Hukuman Maksimal dan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Selasa, 15 September 2026 - 06:47 WIB

MA Tolak KASASI Balai Wilayah Sungai : Putusan PTUN Manado Perkuat Legal Standing Rako, Dokumen Proyek Pantai Amurang Wajib Dibuka

Selasa, 15 September 2026 - 06:36 WIB

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Siaga Karhutla, Koordinasi BNPB Perkuat Langkah Terpadu di Riau

Selasa, 15 September 2026 - 06:30 WIB

Kodam I/BB Rampungkan Pipanisasi 700 Meter, 149 KK di Aloban Bair Kini Nikmati Air Bersih

Selasa, 15 September 2026 - 06:23 WIB

Aktivis Perempuan Sdri. Selput Serukan Peringatan Tragedi Semanggi II Secara Damai, Masyarakat Diminta Tidak Terprovokasi

Selasa, 15 September 2026 - 06:16 WIB

Wujud Nyata Kepedulian terhadap Kesehatan Warga Binaan, Pemko Tanjungbalai Bersama Lapas Kelas IIB Laksanakan Deteksi Dini Kasus TB dan CKG

Selasa, 15 September 2026 - 06:08 WIB

Berulang Lagi,…!!! Puluhan Siswa SMK N  Merdeka di Karo Tumbang Usai Santap  MBG, Orang Tua Cemas Anaknya Dirawat di RS

Senin, 14 September 2026 - 16:54 WIB

Dari Pos Kulirik ke Gereja Dondobaga, Personel Damai Cartenz Sapa Anak-Anak Sekolah Minggu

Berita Terbaru