ACEH SINGKIL agaranews.com – Desa Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, kembali membuktikan kematangan demokrasinya. Pelaksanaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Kampung (BPKam) yang berlangsung pada Sabtu (4/7/2026) di halaman Kantor Desa setempat berjalan sukses, tertib, dan tanpa gesekan berarti antarpendukung kandidat.
Prosesi demokrasi enam tahunan ini dimulai pukul 09.13 WIB dan berakhir dengan penghitungan suara pada pukul 14.00 WIB. Suasana khidmat dan antusiasme warga terlihat jelas sepanjang hari, menandakan partisipasi masyarakat yang bertanggung jawab dalam menggunakan hak pilihnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan Moral dari DPMK Aceh Singkil
Hadir memantau jalannya proses tersebut, Plt. Kepala Desa Sebatang, Agustian, S.Pd., serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Aceh Singkil, Hermanto, SP. Dalam arahannya, Hermanto menekankan bahwa pemilihan BPKam bukan sekadar kompetisi meraih kursi, melainkan momentum konsolidasi sosial.
“Mari manfaatkan pesta demokrasi ini dengan baik, hindari gesekan politik yang tidak menguntungkan. Ingatlah, tali persaudaraan jauh lebih berharga daripada perbedaan pilihan,” ujar Hermanto. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak terpecah belah pasca-pemilihan dan mendukung pemenang demi kelancaran roda pemerintahan desa.
Apresiasi untuk Partisipasi Warga
Plt. Kepala Desa Sebatang, Agustian, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat dan panitia penyelenggara. Menurutnya, kesuksesan acara ini adalah buah dari partisipasi aktif warga dan kerja keras panitia yang ikhlas.
“Terima kasih kepada bapak, ibu, dan seluruh warga Desa Sebatang yang telah meluangkan waktu untuk menyalurkan hak pilih. Terima kasih juga kepada Panitia Pemilihan BPKam atas kerja cerdasnya sehingga rangkaian tahapan ini dapat terselenggara dengan aman dan damai,” tutup Agus.
Kesuksesan pemilihan BPKam di Desa Sebatang ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Aceh Singkil mampu mengelola perbedaan pandangan politik dengan kepala dingin, menjadikan demokrasi sebagai alat pemersatu, bukan pemecah belah. (Redaksi)

















