Puluhan Buruh SBSI 92 Dumai Menjerit Diadang Masuk Kerja, Pilih Bertahan di Gerbang PT Agro Murni

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:21 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Dumai, AgaraNews . Com – Konflik ketenagakerjaan kembali membara di kawasan industri pelabuhan Kota Dumai. Manajemen PT Agro Murni memicu gejolak setelah secara sepihak menghadang dan melarang masuk puluhan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Rabu (7/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi pengadangan gerbang ini langsung memantik protes keras dari para pekerja lokal di bawah Unit Usaha Pengarahan Jasa (UUPJ) Dumai dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia 1992 (SBSI 92). Pasalnya, puluhan buruh tersebut telah menggantungkan hidup dan mengucurkan keringat membongkar muatan di tempat itu selama enam tahun, terhitung sejak perusahaan pertama kali beroperasi.

Perwakilan UUPJ TKBM Dumai, Suyono, mengecam keras kebijakan sepihak manajemen PT Agro Murni yang menghentikan paksa aktivitas kerja para buruh. Hingga saat ini, pihak manajemen kompak bungkam dan menolak mengeluarkan penjelasan lisan maupun surat pernyataan tertulis resmi.Suyono menegaskan, manajemen perusahaan telah melakukan tindakan diskriminatif ini berulang kali guna menyudutkan posisi buruh lokal.

“Kawan-kawan di sini sudah bekerja selama 6 tahun sejak awal perusahaan ini buka. Tiba-tiba perusahaan memutus kerja mereka begitu saja tanpa alasan dan pernyataan resmi apapun. Ini bukan insiden pertama. Manajemen sudah lima kali menghadang kami di pintu gerbang ini,” cetus Suyono dengan nada kecewa di lokasi aksi, Rabu.

Pantauan di lapangan, kebijakan manajemen yang mengunci rapat gerbang utama memaksa puluhan pekerja luntang-lantung dan tertahan di luar area terminal. Padahal, para buruh telah memadati area sejak pagi buta sesuai jadwal giliran kerja (shift) demi membawa pulang upah.

Salah seorang buruh TKBM meratapi nasib dapur keluarganya yang kini terancam berhenti mengepul akibat penutupan akses kerja tersebut.

“Manajemen menzalimi kami, Pak. Anak dan istri saya di rumah sedang menunggu saya pulang membawa uang untuk makan. Tapi sampai di gerbang ini, perusahaan justru mengusir dan menghalangi kami bekerja,” keluhnya pilu.

Massa juga mengkritik tajam aparat keamanan yang berjaga di lokasi. Mereka menilai aparat justru bertindak sebagai perisai pelindung kepentingan korporasi daripada mengayomi masyarakat kecil yang sedang memperjuangkan hak dasarnya.Aktivitas pengalihan sepihak ke wadah tenaga kerja lain dinilai menabrak regulasi baku kepelabuhanan maritim, yakni Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 6 Tahun 2023 serta Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021. Penggunaan pihak di luar UUPJ Koperasi TKBM Pelabuhan Dumai yang memegang nomor PMKU resmi dari Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai berisiko menyeret manajemen pada jerat sanksi berat, termasuk pencabutan Surat Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat (SIUPBM).

Kebijakan non-prosedural ini mengintai PT Agro Murni dengan sejumlah dampak fatal. Di antaranya adalah potensi penolakan klaim asuransi dari pihak asuransi jika terjadi insiden kecelakaan kerja karena aktivitas teknis dilakukan oleh tenaga kerja tanpa sertifikasi keahlian maritim resmi.

Selain itu, pimpinan puncak manajemen perusahaan juga terancam tuntutan pidana kelalaian pengendalian risiko apabila terjadi kecelakaan fatal yang merenggut nyawa pekerja di dalam area terminal. Dampak buruk lainnya, korporasi harus menghadapi ancaman penghentian pelayanan dan penguncian langsung dari sistem integrasi pelayanan pelabuhan elektronik nasional (INAPORTNET) akibat belum mematuhi aturan baku Koperasi TKBM.

Melihat jalan buntu di tingkat daerah, UUPJ TKBM Dumai bersama pengurus SBSI 92 melayangkan tuntutan ke tingkat nasional. Suyono mendesak Presiden Republik Indonesia beserta kementerian terkait untuk segera turun tangan menertibkan manajemen PT Agro Murni dan menegakkan regulasi kepelabuhanan yang sah.

Puluhan buruh menegaskan komitmen mereka untuk tetap bertahan di depan gerbang PT Agro Murni agar bisa masuk bekerja kembali secara legal sesuai jadwal mereka.(A-R / Lia Hambali)

Berita Terkait

Pererat Silaturahmi, Bersama Bhabinkamtibmas Babinsa Melaksanakan Komsos bersama Warga Binaan
Demi Menjalin Hubungan Baik, Babinsa Melaksanakan Komsos Bersama Warga Binaan
Dandim 0308/Padang Pariaman Beserta Jajaran Koramil 06/Kampung Dalam Melayat ke Rumah Duka Orang Tua Kolonel Inf Agus Salim
Pers GWI dan Kepolisian: Membangun Komunikasi Humanis dan Transparan Bagi Masyarakat Cilegon
Ditjenpas Pindahkan 313 Warga Binaan Risiko Tinggi ke Nusakambangan, Termasuk Napi Pesta Narkoba Rutan Depok
Brigjen Rustam Mansur Resmi Jabat Wakapolda Kaltim Gantikan Irjen Jossy
Jasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur
100 Hari Pertama Kapolri, Nia Br Sihotang Kembali Minta Kejelasan Wakapolda Sumut Atas Tindak Lanjut Aduan kepada Wapres Gibran

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Pererat Silaturahmi, Bersama Bhabinkamtibmas Babinsa Melaksanakan Komsos bersama Warga Binaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Demi Menjalin Hubungan Baik, Babinsa Melaksanakan Komsos Bersama Warga Binaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Dandim 0308/Padang Pariaman Beserta Jajaran Koramil 06/Kampung Dalam Melayat ke Rumah Duka Orang Tua Kolonel Inf Agus Salim

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Pers GWI dan Kepolisian: Membangun Komunikasi Humanis dan Transparan Bagi Masyarakat Cilegon

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:45 WIB

Ditjenpas Pindahkan 313 Warga Binaan Risiko Tinggi ke Nusakambangan, Termasuk Napi Pesta Narkoba Rutan Depok

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Jasa Raharja Terus Bergerak, Tiga Ahli Waris Korban KM Virgo Terima Santunan di Jawa Timur

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:29 WIB

100 Hari Pertama Kapolri, Nia Br Sihotang Kembali Minta Kejelasan Wakapolda Sumut Atas Tindak Lanjut Aduan kepada Wapres Gibran

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Pemalang dan Seruan Menyelamatkan Anak Indonesia 

Berita Terbaru