Tangsel, AgaraNews.com //Sepasang suami istri (pasutri) warga Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan mengaku hidup dalam ketakutan selama hampir 2 tahun terakhir karena terus mendapat intimidasi dari tetangganya sendiri.
Intimidasi itu bermula saat pasutri tersebut berupaya menghentikan dugaan pencurian listrik dan penyambungan pipa air sumur secara ilegal ke rumah mereka.
Kepada AgaraNews.com, pasutri tersebut menceritakan awal mula kejadian saat mereka membeli rumah di kawasan padat penduduk itu sekitar 2 tahun lalu. Mereka terkejut menemukan banyak pipa ledeng tertanam di area dapur rumahnya yang diduga milik tetangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat kami suruh tukang untuk memotong pipa-pipa itu, si tetangga marah karena pipa ledengnya dipotong. Tidak merasa bersalah menanam pipa air di tanah milik orang lain,” ujar korban.
Tak hanya air, dugaan pencurian listrik juga terjadi di beberapa titik. Pasutri tersebut menemukan sambungan liar di atap dapur hingga atap loteng lantai dua.
“Benar-benar meresahkan. Kalau dihalangi, kami yang diintimidasi,” keluhnya.
Warga tersebut juga mengaku di awal menempati rumah sering kemalingan dan menduga pelaku memiliki kunci cadangan rumah tersebut.
Hingga curhatan ini ditulis, pasutri tersebut mengaku masih mendapat teror berupa suara geberan motor bising yang sengaja dilakukan berulang di depan rumah mereka.
“Kami hanya ingin hidup tenang, tidak terus tinggal dalam ketakutan karena diteror,” harapnya.
Di sisi lain, warga Jurang Mangu Barat, Pondok Aren secara umum juga mengeluhkan kualitas air tanah yang kotor, menimbulkan gatal akut, bahkan bercampur oli. Kondisi ini membuat warga sangat mengharapkan kehadiran PDAM.
“Banyak warga mengeluh air tanah kotor. Kami memimpikan agar Pemerintah menyediakan sarana air bersih melalui PDAM,” kata warga setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak tetangga yang disebut belum berhasil dikonfirmasi.(Lia Hambali)
Reporter : Supriyadi




















