Jakarta, AgaraNews.com // Langkah tegas Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang membuka opsi penyetopan ekspor gas ke negara tetangga menuai apresiasi tinggi dari dunia industri.
Wakil Ketua Umum KADIN Bidang Perindustrian, Saleh Husin, memberikan salut atas kebijakan pro-rakyat tersebut. Menurutnya, kebijakan ini merupakan sinyal positif untuk kebangkitan sektor industri dalam negeri pengguna gas yang selama ini justru kesulitan pasokan.
“Sebagaimana kita ketahui saat ini industri dalam negeri pengguna gas justru kesulitan mendapatkan pasokan gas, jadi langkah opsi menyetop ekspor gas ke negara tetangga adalah langkah yang sangat tepat, berarti pemerintah telah berpaling mengutamakan kebutuhan dalam negeri,” ujar Saleh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gas merupakan salah satu sumber energi utama untuk sejumlah sektor industri dalam negeri, sehingga pemerintah sudah selayaknya lebih mengutamakan kebutuhan industri dalam negeri guna menggenjot produksi manufaktur sehingga menghasilkan nilai tambah dan membuka lapangan kerja yang lebih luas,” jelasnya.
“Sekali lagi salut buat Mas Menteri Bahlil yang sangat cepat merespon bahasa tubuh dan keinginan Bapak Presiden Prabowo saat rapat kabinet kemarin,” pungkas Saleh.
Apresiasi tersebut sejalan dengan tingginya kepercayaan publik terhadap Bahlil. Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menempatkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai menteri paling diingat publik.
Bahlil memperoleh 37,5 persen dalam kategori _top of mind_ dan tingkat pengenalan mencapai 70,4 persen saat responden disodori daftar nama menteri.
Angka tersebut menunjukkan tingginya keteringatan dan pengenalan publik terhadap Bahlil. Bagi seorang pejabat publik, terutama yang memimpin sektor strategis seperti energi dan sumber daya mineral, hal ini merupakan modal penting karena kebijakannya berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, daya beli, investasi, dan kedaulatan ekonomi nasional.
Namun, makna terpenting dari hasil survei tersebut bukan semata-mata tentang siapa yang paling dikenal. Lebih dari itu, capaian ini dapat menjadi momentum bagi Bahlil untuk memperkuat hubungan antara kebijakan energi dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
Energi bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan fondasi kehidupan dan penggerak produktivitas bangsa. Karena itu, keberhasilan kebijakan energi tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan investasi, tetapi juga dari keterjangkauan energi, kepastian pasokan, penciptaan lapangan kerja, serta pemerataan manfaat pengelolaan sumber daya alam.
Langkah membuka ruang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumur minyak rakyat dan pertambangan rakyat merupakan agenda penting yang perlu terus diperkuat sesuai ketentuan hukum, standar keselamatan, dan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Di sisi lain, upaya menjaga keterjangkauan BBM bersubsidi perlu disertai ketepatan sasaran dan pengawasan distribusi agar benar-benar melindungi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Selamat kepada Bahlil Lahadalia atas capaian dalam survei IPO tersebut. Pada akhirnya, ukuran tertinggi keberhasilan seorang menteri bukan hanya seberapa sering namanya disebut, melainkan seberapa besar manfaat kebijakannya dirasakan masyarakat.
Popularitas adalah modal, kepercayaan adalah amanah, dan kinerja nyata adalah pembuktian.(Lia Hambali)
Reporter : Supriyadi





















