Timika, AgaraNews.com // Harapan agar putra asli daerah memperoleh kesempatan mengabdi di tanah kelahirannya kembali disuarakan Aliansi Peduli Pengusaha Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Mimika.
Aliansi menyampaikan dukungan agar Marselino Mameyao, SKM, dipertimbangkan untuk ditetapkan sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika definitif oleh Bupati Mimika.
Bagi Aliansi, dukungan ini bukan sekadar tentang jabatan. Lebih dari itu, ada harapan tentang keberlanjutan pengabdian, penghargaan terhadap perjalanan karier seorang putra Kamoro, serta terbukanya ruang yang lebih luas bagi anak-anak asli Papua untuk berkontribusi membangun daerahnya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Marselino Mameyao dipandang memiliki pengalaman panjang dalam birokrasi pemerintahan, khususnya di sektor kesehatan. Perjalanan karier yang ditempuh dari bawah menjadi aspek yang dinilai patut dipertimbangkan.
Dobrak Birokrasi, Buka Pintu untuk Pengusaha Lokal
Perhatian Aliansi terhadap Marselino juga berkaitan dengan keterbukaannya terhadap aspirasi pengusaha lokal selama menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan.
Sejumlah media lokal, Papua Daily dan Papua News Online, menyoroti langkahnya yang baru 3 hari kerja langsung mendobrak birokrasi dengan membuka ruang komunikasi bagi pengusaha lokal, termasuk pengusaha asli Papua, dengan tetap menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan.
“Buka Pintu bagi Pengusaha Lokal, Plh Kadinkes Mimika Tegaskan Aturan Tak Boleh Dilanggar” dan “Baru 3 Hari Kerja, PLH Kadinkes Mimika Dobrak Birokrasi: Pengusaha Lokal Silahkan Masuk” menjadi judul pemberitaan yang diapresiasi Aliansi.
Bagi Aliansi, keterbukaan seperti ini penting karena pengusaha lokal membutuhkan ruang komunikasi yang baik dengan pemerintah, akses informasi yang jelas, serta kesempatan yang adil untuk berpartisipasi dalam pembangunan.
“Dukungan terhadap pengusaha lokal bukan berarti meminta perlakuan di luar aturan. Yang diharapkan adalah proses yang transparan, informasi yang terbuka, dan kesempatan yang adil bagi pelaku usaha yang memenuhi persyaratan,” ujar Aliansi.
Dinas Kesehatan merupakan perangkat daerah strategis yang mengelola program dan anggaran untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kepemimpinan pada instansi ini harus mengedepankan integritas, profesionalisme, akuntabilitas, dan orientasi pada pelayanan publik.
Aliansi berharap pemimpin definitif nantinya mampu memperkuat koordinasi internal, memastikan program berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjaga agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.
Aliansi Peduli Pengusaha OAP Kabupaten Mimika berharap Bupati Mimika dapat mendengar dan mempertimbangkan aspirasi tersebut dalam proses penetapan Kepala Dinas Kesehatan definitif.
Aliansi memahami bahwa penetapan pejabat definitif harus mengikuti persyaratan jabatan, ketentuan kepegawaian, penilaian kompetensi, dan mekanisme yang berlaku. Namun, Aliansi berharap pengalaman, perjalanan pengabdian, dan keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat dapat menjadi bagian dari pertimbangan yang objektif.
Ketua Aliansi Emus Kogoya, bersama Sekretaris Andarias Lemauk dan Anggota Faya Naa, menegaskan bahwa bagi masyarakat asli Papua, kesempatan bagi putra daerah untuk memimpin bukan hanya persoalan kebanggaan identitas, tetapi juga harapan agar anak negeri dapat mengambil tanggung jawab dan menunjukkan kemampuan.
“Memberikan ruang kepada putra daerah untuk mengabdi adalah bagian dari harapan agar anak negeri tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga ikut mengambil tanggung jawab dalam membangun masa depan tanahnya sendiri,” tutup Aliansi.
Sebab, kebanggaan terhadap seorang putra Kamoro akan menjadi semakin bermakna ketika pengabdiannya membawa manfaat bagi seluruh masyarakat Mimika.(Lia Hambali)
Reporter : Maru






















