ACEH SINGKIL agaranews.com – Kabar membanggakan datang dari Kecamatan Danau Paris. Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Anshar, Desa Lae Balno, berhasil menyabet Juara I Lomba Film Pendek Antar-Dayah 2026 se-Kabupaten Aceh Singkil.
Pengumuman pemenang dibacakan secara khidmat pada Kamis (22/10/2026), bertepatan dengan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Falah Az-Zamzamiyah, Desa Lae Ijuk, Kecamatan Gunung Meriah.
Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Aceh Singkil, Mustafa Naibaho, membacakan Surat Keputusan dewan juri di hadapan ratusan santri, dewan guru, dan keluarga besar pondok pesantren.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mustafa menjelaskan bahwa persaingan tahun ini berlangsung sangat ketat. Puluhan karya film pendek dari berbagai dayah di seluruh Aceh Singkil dinilai secara komprehensif, mulai dari ide cerita, sinematografi, pesan moral, hingga nilai-nilai kepesantrenan.
”Setelah melalui tahapan penilaian yang panjang, dewan juri kemudian menetapkan para pemenang berdasarkan hasil keputusan yang dituangkan dalam Surat Keputusan dewan juri,” ujar Mustafa.
Menurutnya, festival film pendek ini bukan sekadar lomba tahunan, melainkan sebuah ikhtiar untuk mendorong transformasi santri di era digital.
”Lomba ini menjadi sarana bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan literasi digital, serta menyampaikan pesan pendidikan, keagamaan, dan nilai kepesantrenan melalui karya audiovisual,” tegasnya.
Prestasi yang diraih Ponpes Al-Anshar menjadi bukti nyata bahwa santri dari pelosok Danau Paris mampu bersaing dan berkreasi lewat medium modern. Film karya mereka dinilai berhasil mengemas pesan dakwah yang kuat dengan pendekatan visual yang segar dan relevan dengan generasi muda.
Di akhir sambutannya, Mustafa menitipkan harapan besar agar para santri terus berinovasi.
”Selamat kepada para pemenang. Teruslah berkarya dan jadikan teknologi digital sebagai media dakwah serta sarana untuk mengharumkan nama pondok pesantren dan Kabupaten Aceh Singkil,” pungkasnya.
Kemenangan Ponpes Al-Anshar ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh santri di Aceh Singkil. Ke depan, santri tidak hanya dituntut mahir mengaji kitab kuning, tetapi juga cakap berdakwah dan berkarya di ruang digital. Redaksi.






















