‎Kasus DBD Capai 37 Orang, Pemerhati Daerah Desak Bupati Aceh Singkil Evaluasi dan Copot Plt Kadis Kesehatan

HIDAYAT DESKY

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 20:37 WIB

5062 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH SINGKIL agaranews.com – Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue ⁦(DBD)⁩ di Kabupaten Aceh Singkil memicu sorotan tajam. Sejak Oktober hingga awal November 2026, tercatat sedikitnya 37 warga terserang DBD. Kondisi ini mendorong Pemerhati Daerah, Budi Harjo, mendesak Bupati Aceh Singkil untuk segera mengevaluasi kinerja Pelaksana Tugas ⁦(Plt)⁩ Kepala Dinas Kesehatan, bahkan mencopotnya jika dianggap gagal menangani krisis kesehatan ini.

‎Budi Harjo menilai, lonjakan 37 kasus dalam kurun waktu singkat bukanlah persoalan yang bisa dianggap sepele. Menurutnya, Dinas Kesehatan seharusnya menjadi garda terdepan dalam pencegahan, pengendalian, serta penanganan penyakit yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

‎”Kalau sejak Oktober hingga sekarang sudah mencapai 37 kasus DBD, ini harus menjadi bahan evaluasi serius. Kami mempertanyakan sejauh mana langkah konkret Dinas Kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran penyakit ini. Jangan hanya menunggu masyarakat jatuh sakit, baru kemudian pemerintah bergerak,” tegas Budi Harjo dalam keterangannya, Senin (3/11/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

‎Ia menegaskan bahwa jabatan Plt Kepala Dinas Kesehatan bukanlah sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar yang menyangkut pelayanan publik dan nyawa masyarakat. Budi meminta Bupati tidak ragu mengambil tindakan tegas apabila hasil evaluasi menunjukkan bahwa kepemimpinan Plt Kadis Kesehatan saat ini tidak mampu menjalankan tugas secara optimal.

‎”Jangan pertahankan pejabat hanya karena jabatan. Yang harus menjadi pertimbangan utama adalah kemampuan, tanggung jawab, dan hasil kerja. Jika memang dinilai gagal dalam mengendalikan persoalan DBD, Bupati jangan ragu mencopot dan menggantinya dengan figur yang lebih mampu,” ujarnya.

‎Guna mengatasi wabah ini, Budi Harjo mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil untuk segera mengambil enam langkah nyata dan terukur:

1.

‎Melakukan pemetaan wilayah yang terindikasi memiliki kasus DBD.

2.

‎Mengintensifkan pemberantasan sarang nyamuk melalui gerakan masyarakat 3M Plus.

3.

‎Melakukan pemeriksaan lingkungan dan penyelidikan epidemiologi di seluruh wilayah terdampak.

4.

‎Melaksanakan fogging ⁦(pengasapan)⁩ sesuai indikasi dan rekomendasi petugas kesehatan.

5.

‎Memastikan ketersediaan obat-obatan, tenaga medis, serta kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas dan rumah sakit.

6.

‎Menyampaikan perkembangan data kasus DBD secara terbuka dan transparan kepada masyarakat.

‎Lebih lanjut, Budi Harjo mengingatkan bahwa penanganan DBD tidak boleh hanya bersifat reaktif. Pemerintah daerah harus hadir melalui tindakan pencegahan yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

‎”Jangan sampai pemerintah baru sibuk setelah kondisi semakin memburuk. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami meminta Bupati turun tangan dan memastikan Dinas Kesehatan benar-benar bekerja, bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi,” tambahnya.

‎Di akhir pernyataannya, Budi Harjo menegaskan bahwa kritik ini merupakan bentuk kepedulian dan kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan di Aceh Singkil.

‎”37 kasus DBD harus menjadi peringatan serius. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru pemerintah menunjukkan keseriusannya. Jika kepemimpinan Plt Kadis Kesehatan tidak mampu menjawab persoalan ini, maka evaluasi dan pencopotan harus menjadi pilihan Bupati. Kesehatan masyarakat bukan tempat untuk mempertaruhkan kegagalan birokrasi,” pungkas Budi Harjo. Redaksi.

Berita Terkait

DBD Mengancam, Anggaran Fogging Dinkes Aceh Singkil Justru Misterius, Kejari Diminta Periksa Pengelolaan Dana
Polres Aceh Singkil dan Rutan Kelas IIB Gelar Razia, Amankan Sejumlah Barang Potensi Pelanggaran dari Kamar Warga Binaan
Kapolres Aceh Singkil Turun Langsung ke Jalan, Wujudkan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
‎Nuansa Berbeda, Masyarakat Gosong Telaga Timur Peringati Maulid Nabi dengan Arak-arakan Gerobak Masjid
‎Hadiri Maulid Nabi di Desa Suka Jaya, Kapolsek Kuala Baru Pererat Silaturahmi dan Sinergitas dengan Masyarakat
Perkuat Mutu Pendidikan, Bupati Aceh Singkil Resmikan Gedung Baru dan Kelas Unggul SMP Muhammadiyah
Prospek Budidaya Nilam Menjanjikan, Ibrahim Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Aceh Tenggara
Di Tengah Keterbatasan Anggaran, Desa Kilangan Gelar Musrenbangdes 2027, Sepakati Tujuh Prioritas Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:17 WIB

Kawal Pembangunan Berkualitas, Kejari Karo Terjun Langsung Lakukan Pendampingan Hukum Proyek Tembok Penahan Tanah

Kamis, 5 November 2026 - 00:13 WIB

Kajari Karo Ikuti Monev Penanganan Perkara dan Penyerapan Anggaran Pidsus Secara Virtual

Kamis, 5 November 2026 - 00:09 WIB

Kejutan Sederhana Hangatkan Kebersamaan Forkopimda Karo di HUT Kajari Karo

Rabu, 4 November 2026 - 23:59 WIB

Rumah Berdiri Tanah Dijual Lagi,..!!! Dugaan Jual Beli Ganda Rp330 Juta di Buleleng Minta Diusut

Rabu, 4 November 2026 - 23:46 WIB

Air Mengalir, Harapan Petani Menguat! Babinsa Slogohimo Dampingi Pembangunan Irigasi Perpipaan

Rabu, 4 November 2026 - 23:43 WIB

Kodim Sragen Buka Secara Resmi Karya Bhakti Tahap II Tahun 2026 di Desa Trombol Kecamatan Mondokan

Rabu, 4 November 2026 - 23:38 WIB

Pastikan Kualitas dan Keamanan, Tim Dalwas Tinjau Lima Jembatan Garuda di Boyolali

Rabu, 4 November 2026 - 23:33 WIB

Mengetuk Pintu Keadilan Larisman Sihombing, Hakim Candra di PN Tembilahan Tunjukkan Sikap Arif dan Bijaksana

Berita Terbaru