Sesak Karena Asap, Banjir, Biaya Hidup Naik, Paguyuban Pedagang Kuliner Pagaruyung Minta Komisi 4 DPRD Medan Gelar RDP

LIA HAMBALI

- Redaksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:30 WIB

5067 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, AgaraNews.com // Warga dan pedagang di Pagaruyung Little India Kampung Madras mengaku sesak. Bukan hanya karena asap dan banjir yang langganan datang, tapi juga karena biaya hidup yang semakin tinggi dan dagangan yang semakin sepi.

Paguyuban Pedagang Kuliner Pagaruyung Little India Kota Medan akhirnya bersuara dan resmi meminta Komisi 4 DPRD Medan untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Bagi mereka, RDP bukan formalitas. Ini soal hidup dan mati pedagang kecil:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Adanya dugaan pembangunan Drainase yang berbau Korupsi dan asal-asalan

2. Asap dan polusi bikin sesak, pembeli malas datang

3. Biaya hidup dan harga bahan baku naik, tapi pendapatan pedagang UMKM justru turun

4. Relokasi dan kompensasi yang tidak jelas, nasib pedagang digantung bertahun-tahunPadahal Paguyuban menegaskan : Pagaruyung itu BUKAN zona liar. Ini Kawasan Wisata Kuliner dan Zona Hijau Resmi Pemko Medan. Seharusnya dapat perlindungan, bukan penggusuran dan pembiaran.

Kekecewaan memuncak saat Program Sapa Warga Walikota Medan, Rico Waas, dengan jargon ‘Medan untuk Semua’, warga Pagaruyung TIDAK DIUNDANG.

“Apa kami anak haram di kampung sendiri?” ucap salah seorang pedagang dengan mata berkaca-kaca didampingi Rahmadsyah Paguyuban Pedagang Kuliner Pagaruyung Little India Kampung Madras Kota Medan, Sabtu (31/10/2026).

Tuntutan tegas Paguyuban: Komisi 4 DPRD Medan, Dengarkan Suara Rakyat! Gelar RDP secepatnya, hadirkan Dinas terkait dan Pemko, selesaikan drainase, asap, relokasi, kompensasi secara adil, dan lindungi Pagaruyung sebagai kawasan kuliner rakyat.

Mereka siap datang dengan data, foto banjir, dan puluhan pedagang terdampak. Tuntutannya sederhana: biarkan kami berdagang dengan aman dan bermartabat di kampung sendiri.       (Lia Hambali)

Reporter : Pitri NST

Berita Terkait

Koramil 12/LP Bersama Polsek Sungai Kanan Evakuasi Penemuan Mayat Laki-Laki di Lingkungan Langga Payung
Pembangunan Jembatan Gantung di Sipenggeng, Tapsel, Capai 50 Persen
TPID Kabupaten Karo Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Melalui High Level Meeting
Akses Jurnalis Dilarang Masuk, Proyek Gedung Baru SMAN 14 Depok Dicurigai Jadi Proyek Siluman
Dewan Pers Tegaskan : Walau Belum UKW, Pelaku Karya Jurnalistik Tetap Disebut Wartawan
DPRD Bungkam, Diduga Takut Saham 2020 Diusut,..!!! 50 Anggota Dewan Tak Satupun Berani Tanda Tangan Surat Rekomendasi Pemeriksaan 
Koramil 17/Wonosegoro Diserbu 65 Anak TK, Kenalkan Serunya Profesi Prajurit TNI AD Sejak Dini
Babinsa Bersama Warga Lakukan Gotong Royong Dalam Penanaman Pohon

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Sesak Karena Asap, Banjir, Biaya Hidup Naik, Paguyuban Pedagang Kuliner Pagaruyung Minta Komisi 4 DPRD Medan Gelar RDP

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Koramil 12/LP Bersama Polsek Sungai Kanan Evakuasi Penemuan Mayat Laki-Laki di Lingkungan Langga Payung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pembangunan Jembatan Gantung di Sipenggeng, Tapsel, Capai 50 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:50 WIB

TPID Kabupaten Karo Perkuat Strategi Pengendalian Inflasi Melalui High Level Meeting

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Dewan Pers Tegaskan : Walau Belum UKW, Pelaku Karya Jurnalistik Tetap Disebut Wartawan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:26 WIB

DPRD Bungkam, Diduga Takut Saham 2020 Diusut,..!!! 50 Anggota Dewan Tak Satupun Berani Tanda Tangan Surat Rekomendasi Pemeriksaan 

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Koramil 17/Wonosegoro Diserbu 65 Anak TK, Kenalkan Serunya Profesi Prajurit TNI AD Sejak Dini

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Babinsa Bersama Warga Lakukan Gotong Royong Dalam Penanaman Pohon

Berita Terbaru