Gunungsitoli, Agaranews.com // Insiden salah tangkap yang menimpa Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, terus menuai kecaman keras dari berbagai pihak. 17/10/2025.
Salah satunya datang dari Ketua Projo Nias, Darwis Zendrato di Gunungsitoli, dia menilai bahwa tindakan para oknum aparat kepolisian tersebut merupakan tindakan yang sangat fatal, tidak profesional, sangat terburu-buru, tidak cermat dan sangat tidak teliti, bahkan hal ini sangat mempermalukan diri sendiri dan juga institusinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ini adalah bukti keteledoran dan kelalaian yang sangat serius karena mereka merasa terlalu berkuasa sehingga terbawa rasa dan sikap yang sangat menyepelekan harkat dan martabat orang lain, sehingga bertindak tanpa lagi berpikir secara humanis.
Tindakan ini sangat mencederai kehormatan pribadi orang lain dan mempermalukan nama baik seseorang, keluarganya dan kerabatnya didepan umum, serta organisasi yang selama ini menaunginya, sungguh ini perbuatan yang benar-benar sangat berbahaya. “Ungkapnya.
“Oleh karenanya kami dari DPC Projo Nias mendesak Kapolda Sumatera utara untuk segera mengusut tuntas dan menindak tegas siapa pun dari para oknum polisi dan pihak lain yang telah terlibat langsung atau pun tidak terlibat langsung dilapangan tanpa kompromi sedikit pun, bagi mereka yang telah sengaja melakukan tindakan salah tangkap tersebut terhadap salah seorang warga negara yang baik bernama Iskandar ST, yang aktifitasnya sehari-hari sebagai Ketua DPW NasDem Sumut ” ujar Darwis Zendrato kepada wartawan.
Salah seorang warga Indonesia bernama Iskandar ST, menjadi korban salah tangkap oleh para oknum polisi dan pihak terkait lainnya di Bandara Kualanamu saat ianya hendak terbang ke Jakarta dan bahkan sempat dipaksa dan diminta turun segera dari pesawat Garuda Indonesia bersama barang bawaannya oleh aparat otoritas bandara dan kepolisian dan ianya diperlakukan layaknya seorang teroris atau gembong narkoba, sehingga jadwal penerbangan pun terganggu saat itu, hanya karena dugaan identitasnya terlibat sebagai oknum bos pelaku kasus judi online, pada hal itu sebenarnya hanya masuk pada pidana umum biasa, tetapi anehnya dia diperlakukan dengan sangat kasar dan tidak humanis, ini benar-benar tindakan yang sangat arogan, tidak profesional dan tidak presisi yang dipertontonkan oleh para oknum aparat penegak hukum itu sendiri. (Tim)

































