Nias.Agaranews.com // Masyarakat Hiliweto Gidö mengeluh selama 14 Tahun untuk meminta perbaikan terowongan tersebut, sampai sekarang tak kunjung di perbaiki / diperhatikan oleh pemerintah. Jumat,17/10/2025
Korban banjir Ama.Hiro Ndraha Dusun ll Desa Hiliweto Gidö Kecamatan Gidö Kabupaten Nias menyampaikan rasa sedihnya kepada wartawan, bahwa sudah sekian lamanya kami warga mengeluhkan perbaikan selokan ini namun tak di perhatian nasib kami, baik pemerintah daerah maupun pusat. “Beberkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ama Hiro, mengatakan setiap sa,at ada hujan deras kami tidak bisa tidur nyenyak karena khawatir akan banjir tersebut, dan ini bukan hanya satu,dua kali terjadi ini tidak bisa lagi dihitung pak, ‘Ungkapnya ke Wartawan.
Ama.Anggraeni Ndraha juga sebagai tokoh di Desa Hiliweto Gidö. Membenarkan hal itu bahwa setiap ada hujan deras saya dan beberapa warga sekitar dan pengguna jalan besar ikut korban banjir karena terowongan itu tidak bisa menampung air yang cukup besar, karena ukuran lubang selokan itu paling besar diameternya 75 cm, sehingga mudah tersumbat, sambil menujukan ke wartawan selokan yang menjadi pokok permasalahan.
Selain warga sekitar jadi korban banjir tersebut, juga mengganggu aktivitas belajar-mengajar di SMA Negeri 1 Gido, sa,at terjadi luapan air tersebut “Katanya.
Warga setempat melalui Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pedang Keadilan Perjuangan (PKP) telah menyuarakan keluhan dan meminta Pemerintah Daerah, DPRD, dan dinas terkait untuk memperbaiki parit dan saluran air (terowongan) yang tidak layak itu.
Masyarakat setempat berharap kepada pemerintah Daerah dan Pusat agar segera mengambil tindakan untuk mengatasi masalah banjir ini sehingga masyarakat sekitar nyaman, tentram serta aktivitas belajar-mengajar juga dapat berjalan lancar.
Saat media ini, melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Hiliweto Gidö terkait keluhan warganya tidak kunjung bertemu, sekalipun pintu kantor Desanya terbuka. (Dika)

































