Kutacane ,agaranews.com, online – Dalam suasana pagi yang sejuk di Desa Seldok, terlihat pemandangan penuh kehangatan saat Ketua TP-PKK Aceh Tenggara, Ny. Nurjanah Fakhry, hadir langsung menyapa masyarakat yang tekena dampak banjir yang melanda Aceh tenggara, Dengan langkah mantap namun penuh kelembutan, ia turun ke lapangan untuk memastikan bahwa warga mendapatkan perhatian dan dukungan yang mereka butuhkan.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Ny. Nurjanah membawa semangat kepedulian dengan membagikan sarapan pagi hangat kepada masyarakat—mulai dari anak-anak, ibu rumah tangga, hingga warga lanjut usia. Kehadirannya menghadirkan rasa aman, seolah mengatakan bahwa pemerintah benar-benar dekat dengan rakyatnya.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beliau tidak datang sendiri. Turut mendampingi dalam rombongan tersebut dr. Irawati Hilal, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tenggara, Bahagia Wati, yang selama ini dikenal aktif dalam penanganan sosial di daerah. Hadir pula anggota DPRK Aceh Tenggara, Abi Hasan, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang ikut memberikan dukungan moril kepada warga.
Setiba di lokasi, Ny. Nurjanah langsung berbaur dengan masyarakat. Ia mendengarkan keluh kesah para ibu, menenangkan warga yang masih khawatir, hingga menyapa anak-anak yang malu-malu menerima sarapan dari tangannya. Dalam setiap tatapan dan senyuman, terlihat jelas rasa empati dan ketulusan seorang ibu bagi seluruh masyarakat Aceh Tenggara.
“InsyaAllah, kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Semoga dijauhkan dari segala marabahaya,” ucap Ny. Nurjanah dengan suara lembut namun penuh keyakinan. Ucapan itu diamini oleh warga yang turut menengadahkan tangan, berharap agar badai kesulitan segera berlalu.

Warga Desa Seldok menyambut kunjungan tersebut dengan rasa haru. Banyak dari mereka yang mengaku merasa lebih tenang dan dihargai karena para pejabat daerah hadir langsung, bukan hanya melihat dari jauh. “Kami merasa tidak sendiri,” ujar seorang ibu dengan mata berkaca-kaca.
Gerak cepat ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah, TP-PKK, dan seluruh unsur terkait di Aceh Tenggara tidak tinggal diam. Mereka bergerak bersama, menguatkan masyarakat, memastikan kebutuhan mendesak terpenuhi, dan memberikan kehadiran nyata di saat-saat yang paling dibutuhkan.
Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi daerah, langkah humanis seperti ini menjadi sumber kekuatan baru. Kepedulian yang tulus, tindakan yang cepat, dan sinergi yang kuat menjadi harapan bagi seluruh warga Aceh Tenggara. Ady Gegoyong


































