Aceh, AgaraNews.com // Aceh, wilayah yang rawan bencana alam, kembali diuji dengan terjadinya bencana yang menimbulkan kerusakan dan korban jiwa. Bencana ini tidak hanya menguji kekuatan masyarakat Aceh, tetapi juga kepemimpinan publik pemerintah daerah.
Kondisi geografis dan perubahan iklim membuat Aceh berada dalam posisi rawan, sehingga bencana seharusnya tidak lagi dipandang sebagai kejadian insidental, melainkan sebagai persoalan struktural yang menuntut kesiapsiagaan serius dari pemerintah dan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam setiap bencana, perhatian publik tidak hanya tertuju pada besarnya kerusakan, tetapi juga pada kecepatan dan keseriusan respons pemerintah daerah. Penanganan bencana sering kali dinilai lambat, kurang terkoordinasi, dan minim empati terhadap korban. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen kebencanaan belum sepenuhnya menjadi prioritas utama dalam tata kelola pemerintahan, padahal keselamatan warga adalah tanggung jawab paling mendasar negara.
Di sisi lain, masyarakat Aceh sebenarnya memiliki modal sosial yang kuat. Solidaritas, gotong royong, dan kepedulian antar warga selalu muncul saat bencana terjadi. Sayangnya, kekuatan ini kerap tidak didukung oleh sistem mitigasi yang matang, seperti peringatan dini, edukasi kebencanaan, dan infrastruktur yang tangguh. Akibatnya, bencana yang seharusnya bisa diminimalkan justru berulang dengan dampak yang hampir sama.
Bencana di Aceh seharusnya menjadi momentum evaluasi bersama. Pemerintah perlu memperkuat kebijakan mitigasi dan transparansi penanganan bencana, sementara media dan masyarakat sipil berperan mengawasi serta mengedukasi publik. Tanpa pembenahan serius, bencana akan terus menjadi tragedi berulang, bukan pelajaran berharga untuk membangun Aceh yang lebih aman dan berdaya tahan.
Apa yang perlu dilakukan?
– Perkuat kebijakan mitigasi dan transparansi penanganan bencana
– Tingkatkan edukasi kebencanaan dan infrastruktur yang tangguh
– Dukung sistem peringatan dini yang efektif
– Tingkatkan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat
Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, Aceh dapat menjadi lebih aman dan berdaya tahan terhadap bencana. ( Lia Hambali)
Sumber : Hazrul Mahasiawa KPI USM Banda Aceh.
































