Kutacane — agaranews.com//
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) Tahun 2027 tingkat kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara resmi berakhir di Gedung Serbaguna Kane Mende, Kecamatan Leuser, Senin (2/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPRK Aceh Tenggara Daerah Pemilihan (Dapil) IV, pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para kepala desa, serta tokoh masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, mengatakan bahwa hasil Musrenbang kecamatan akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rencana pembangunan kabupaten. Pemerintah daerah, kata dia, akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan penurunan angka kemiskinan.
“Seluruh usulan yang telah disepakati di tingkat kecamatan akan dibawa ke pembahasan di tingkat kabupaten dan dikawal sesuai dengan kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, anggota DPRK Aceh Tenggara dari Dapil IV, Marsidin Sitepu, meminta pemerintah daerah agar tidak hanya menampung aspirasi masyarakat, tetapi juga memastikan usulan prioritas dapat direalisasikan.
“Usulan masyarakat harus benar-benar diperhatikan dan dikawal pelaksanaannya. Kita berharap visi dan misi kepala daerah dapat diwujudkan melalui program yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” katanya.
Camat Leuser dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa wilayahnya masih memerlukan peningkatan sarana dan prasarana, khususnya infrastruktur jalan, guna menunjang kelancaran aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen masyarakat.
“Ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai sangat dibutuhkan agar hasil pertanian dapat dipasarkan dengan baik dan berdampak pada peningkatan pendapatan petani,” ujarnya.
Melalui Musrenbang RKPK ini, diharapkan perencanaan pembangunan Kabupaten Aceh Tenggara Tahun 2027 dapat disusun secara terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di tingkat kecamatan.
Ady gegoyong


































