Sinergitas Beacukai dan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Dalam Upaya Menggagalkan Penyelundupan Amunisi di Perairan Jayapura

LIA HAMBALI

- Redaksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:11 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, AgaraNews. Com // Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Jayapura menyerahkan 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter kepada Subsatgas Investigasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Ditreskrimum Polda Papua, Senin (5/10/2026).

Temuan tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan longboat yang membawa barang ilegal menuju Papua Nugini (PNG). Pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 22.36 WIT, petugas menemukan longboat yang sesuai dengan ciri informasi tersebut. Saat hendak diperiksa, awak longboat berupaya menghindar dan membuang sejumlah barang ke laut.

Petugas kemudian melakukan penyisiran di lokasi dan menemukan tiga koli berisi 34 slop atau 340 bungkus hasil tembakau tanpa pita cukai serta 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala KPPBC TMP C Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan hasil tembakau ditangani Bea Cukai, sedangkan amunisi diserahkan kepada Polda Papua untuk ditindaklanjuti.

“Untuk rokok ilegal menjadi kewenangan kami, sedangkan amunisi kami serahkan kepada Polda Papua melalui Ditreskrimum untuk ditindaklanjuti,” ujar Fungki, Selasa (6/10/2026).

Pada Senin (5/10/2026), Bea Cukai secara resmi menyerahkan satu buah tas kulit berwarna hitam beserta 200 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter kepada personel Subsatgas Investigasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama penyidik Ditreskrimum Polda Papua.

Menindaklanjuti penyerahan tersebut, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., mengatakan penyidik akan memfokuskan pendalaman untuk mengungkap asal-usul amunisi, pihak yang mengirim, tujuan pengiriman, serta sarana yang digunakan.

“Terkait penyerahan barang bukti amunisi sebanyak 200 butir, kami akan dalami lebih fokus dan lebih konsentrasi terkait siapa yang mengirim barang, dari mana asalnya, dan ke mana tujuannya. Kami juga akan mengambil keterangan dari beberapa saksi guna membantu mengidentifikasi alat angkut yang digunakan,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, penanganan temuan tersebut menjadi salah satu bukti pentingnya kerja sama antara Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dengan stakeholder terkait dalam mendukung upaya penegakan hukum dan menjaga keamanan di Tanah Papua.

Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, http://S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan temuan tersebut akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan untuk mengungkap asal-usul dan jalur peredaran amunisi ilegal di wilayah Papua.

“Barang bukti ini akan terus didalami bersama penyidik untuk mengetahui asal-usul, jalur peredaran, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan, pengangkutan maupun penguasaan amunisi tersebut. Setiap informasi dan temuan akan ditindaklanjuti secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

“Kolaborasi antar institusi sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran amunisi ilegal,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., http://M.Hum., menghimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas penyimpanan, pengangkutan maupun peredaran amunisi secara ilegal.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan, terutama yang berkaitan dengan penyimpanan, pengangkutan atau peredaran amunisi secara ilegal, segera sampaikan kepada aparat keamanan,” kata Wakaops Damai Cartenz-2026.

Saat ini, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Ditreskrimum Polda Papua masih melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut.   (Lia Hambali)

Sumber: Satgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 / Polda Papua

Berita Terkait

Ahli Waris Bong Kon HO Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan RUPS Sejak 2006
Demo Keracunan MBG di Karo Memanas, Massa Desak Kepastian Hukum dan Kompensasi
Sigap Bantu Masyarakat, Polsek Dolok Batu Nanggar Tangani Musibah Pohon Tumbang yang Renggut Nyawa Pelajar di Jalan Medan Km 12,5
Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Ratusan Pelajar di Jorlang Hataran
Kodim 0207/Simalungun Pembangunan Jembatan Bah Boluk di Simalungun Capai Progres 41,10 Persen
Traffic Light Tamblong–Naripan Kembali Normal, Arus Lalu Lintas Mulai Lancar
Mitra SPPG Desak Presiden Turun Tangan, Minta Kepastian Operasional dan Investasi
Dialogue Copyright Royalti In The Digital Era, Viva Yoga : Kemajuan Teknologi Digital Harus Menguntungkan Pencipta dan Pelaku Industri Kreatif

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Ahli Waris Bong Kon HO Gugat PT Sebatin, Persoalkan 2.375 Saham dan RUPS Sejak 2006

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Demo Keracunan MBG di Karo Memanas, Massa Desak Kepastian Hukum dan Kompensasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Sigap Bantu Masyarakat, Polsek Dolok Batu Nanggar Tangani Musibah Pohon Tumbang yang Renggut Nyawa Pelajar di Jalan Medan Km 12,5

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:03 WIB

Polisi Bersama Masyarakat, Polres Simalungun Sosialisasikan SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara ke Ratusan Pelajar di Jorlang Hataran

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Kodim 0207/Simalungun Pembangunan Jembatan Bah Boluk di Simalungun Capai Progres 41,10 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Mitra SPPG Desak Presiden Turun Tangan, Minta Kepastian Operasional dan Investasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Dialogue Copyright Royalti In The Digital Era, Viva Yoga : Kemajuan Teknologi Digital Harus Menguntungkan Pencipta dan Pelaku Industri Kreatif

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Meriahkan HUT RI ke-81, Lapas Perempuan Tangerang Gelar PORSENI

Berita Terbaru