SINGKIL, agaranews.com – Gabungan Aliansi Putra Putri Kelahiran Kayu Menang Indonesia (GAPKI) mengecam keras pemberitaan media online yang menyebutkan warga Desa Kayu Menang, Abdul Padang, tinggal di gubuk reyot akibat tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah. Melalui keterangannya pada Minggu (3/5/2026), Ketua GAPKI Sabri Sinaga menilai narasi tersebut menyesatkan, tidak berimbang, dan telah melukai hati masyarakat setempat karena mengabaikan prinsip konfirmasi jurnalistik 5W+1H.KI) mengecam keras pemberitaan media online yang menyebutkan warga Desa Kayu Menang, Abdul Padang, tinggal di gubuk reyot akibat tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah. Melalui keterangannya pada Minggu (3/5/2026), Ketua GAPKI Sabri Sinaga menilai narasi tersebut menyesatkan, tidak berimbang, dan telah melukai hati masyarakat setempat karena mengabaikan prinsip konfirmasi jurnalistik 5W+1H.
Sabri Sinaga mendesak Abdul Padang untuk segera melakukan klarifikasi terbuka dan meminta maaf atas pernyataannya di media sosial yang dinilai menyudutkan Pemerintah Desa Kayu Menang tanpa dasar fakta yang valid. “Pernyataannya tidak menunjukkan empati dan justru menciptakan kegaduhan publik dengan narasi yang tidak utuh,” tegas Sabri.
Klarifikasi ini didukung oleh fakta lapangan dari perangkat Desa Kayu Menang dan petugas Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Dinas PUPR Aceh Singkil. Perangkat desa mengungkapkan bahwa Abdul Padang sebenarnya merupakan penerima rutin berbagai bantuan, termasuk BLT dan hibah lahan. Namun, tanah yang dihibahkan tidak dimanfaatkan, dan rumah hasil bantuan sebelumnya justru dijual olehnya untuk membeli sepeda motor.
Hal serupa dikonfirmasi oleh petugas PUPR Aceh Singkil pada Sabtu (2/5/2026). Berdasarkan catatan resmi, Abdul Padang telah menerima bantuan perumahan pada tahun 2021. “Sudah pernah dibantu, bahkan warga menghibahkan tanah secara sukarela. Namun di tengah proses pembangunan, material seperti kusen dan pintu justru dijual olehnya,” jelas petugas tersebut.
Menyikapi temuan ini, GAPKI mendesak adanya pelurusan informasi agar nama baik Desa Kayu Menang tidak tercemar oleh narasi kemiskinan yang sesungguhnya diakibatkan oleh kelalaian penerima bantuan itu sendiri, bukan akibat ketiadaan perhatian pemerintah. A
























