Nias. Agaranews.net // Ketersediaan air bersih di kantor Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Perhubungan serta Lingkungan Hidup (PKP2LH) Kabupaten Nias menjadi sorotan. Pasalnya, fasilitas kamar mandi di kantor tersebut dilaporkan mengalami kekurangan air bersih, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang datang untuk menyampaikan aspirasi maupun melakukan audiensi.
Salah seorang pegawai Dinas PKP2LH Kabupaten Nias menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena kamar mandi di kantor tersebut tidak memiliki persediaan air yang memadai. Menurut keterangannya, ketersediaan air selama ini hanya mengandalkan air hujan ketika hujan deras turun.
Kondisi tersebut membuat Fati Zai, seorang aktivis sekaligus warga Kabupaten Nias, merasa kecewa saat hendak menggunakan kamar mandi ketika melakukan audiensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang semestinya menjadi perhatian, terlebih di lingkungan kantor pemerintahan yang setiap hari digunakan oleh pegawai dan dikunjungi masyarakat.
Sebagai masyarakat Kabupaten Nias, kami kecewa jika kondisi seperti ini terus dibiarkan hingga bertahun-tahun tanpa adanya solusi dari pemerintah daerah, ungkapnya.
Fati Zai juga mempertanyakan bagaimana para pegawai dapat memenuhi kebutuhan sanitasi sehari-hari apabila air di kamar mandi tidak tersedia. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan pegawai, tetapi juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat yang datang untuk mengurus keperluan atau mengikuti audiensi.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Nias segera mencari solusi konkret untuk mengatasi persoalan ketersediaan air bersih di kantor Dinas PKP2LH.
Kami berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius dan mencari jalan keluar agar kebutuhan air bersih di kantor tersebut dapat terpenuhi. Jangan sampai kondisi ini mengganggu kenyamanan masyarakat maupun aktivitas dan kinerja para pegawai, harapnya.
Hingga berita ini disusun, diperlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak Dinas PKP2LH maupun Pemerintah Kabupaten Nias mengenai penyebab keterbatasan air bersih tersebut serta langkah yang akan dilakukan untuk mengatasinya. (Dika)




















