Jakarta , AgaraNews.com — Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) melaksanakan kegiatan Polisi Peduli Pendidikan di SDN Rawa Barat 09 Pagi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pencegahan perundungan, perlindungan diri, serta pentingnya saling menghormati di lingkungan sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo memberikan amanat saat upacara bendera. Ia mengingatkan para siswa agar tidak melakukan perundungan serta berani melapor kepada guru apabila mengalami atau mengetahui tindakan kekerasan, termasuk sentuhan yang tidak pantas pada bagian tubuh pribadi.
“Anak-anak harus berani mengatakan tidak terhadap tindakan yang membuat mereka tidak nyaman atau merasa terancam. Jika mengalami atau melihat perundungan maupun kekerasan, segera sampaikan kepada guru atau orang tua agar bisa mendapatkan bantuan dan perlindungan,” pungkasnya.
Edukasi dilanjutkan melalui interaksi langsung dengan siswa kelas VI dan V. Para siswa diajak menjawab pertanyaan mengenai Pancasila, pentingnya menggunakan helm saat dibonceng sepeda motor, hingga tugas kepolisian. Sejumlah siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dan mengingat kembali pesan saat upacara mendapat hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Saat berinteraksi dengan siswa kelas V, Kepala SDN Rawa Barat 09 Pagi, Lasma Manurung, turut mengajukan pertanyaan mengenai tugas kepolisian. Para siswa juga diperkenalkan dengan layanan Lapor Bu! melalui nomor 0812-1411-0110 sebagai salah satu saluran pengaduan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, pencegahan perundungan dan kekerasan terhadap anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Melalui program Polisi Bersama Masyarakat, kepolisian mengajak guru, orang tua, dan lingkungan sekitar untuk bersama-sama menciptakan sekolah yang aman dan ramah anak.
“Setiap anak berhak belajar dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa takut. Kami mengajak para guru, orang tua, dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama melindungi anak-anak dari perundungan maupun kekerasan. Inilah bagian dari komitmen kami dalam Kerja Melayani Jakarta,” ujarnya.(Lia Hambali)






















