KUTACANE,agaranews.com
Isu tak sedap yang sempat berhembus mengenai dugaan keterlibatan anggota keluarga dalam urusan pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara mendapat tanggapan tegas dari Bupati HM Salim Fakhry, SE, MM. Ia menepis kabar tersebut sebagai rumor yang tidak berdasar dan dinilai hanya upaya segelintir pihak untuk menggiring opini publik ke arah yang keliru.
Dalam sambutannya pada acara penyaluran bantuan benih padi kepada para petani di Desa Kute Seri, Kecamatan Bambel, Sabtu (12/07/2025), Bupati Salim Fakhry menyatakan bahwa selama masa kepemimpinannya tidak pernah sekalipun melibatkan anggota keluarga, termasuk adik kandungnya, dalam tugas-tugas pemerintahan yang menjadi tanggung jawabnya secara langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
> “Sejak saya dilantik sebagai Bupati, tidak sekalipun saya melibatkan keluarga dalam urusan pemerintahan. Silakan cek kebenarannya. Saya memegang penuh prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional,” tegas Salim Fakhry di hadapan para undangan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dukungan dari keluarga tetap ada, namun tidak dalam bentuk keterlibatan struktural ataupun jabatan di lingkungan pemerintahan daerah. Menurutnya, menjaga independensi dan integritas dalam menjalankan amanah rakyat adalah komitmen yang tidak bisa ditawar.
> “Bukan berarti keluarga saya tidak mendukung. Mereka mendukung saya sebagai pribadi, tapi tidak dalam urusan birokrasi. Saya tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu, di mana publik sempat menyoroti adanya indikasi pengangkatan keluarga dalam jabatan strategis,” sambungnya.
Bupati Salim Fakhry menyebut, praktik seperti itu berpotensi merusak agenda reformasi birokrasi dan visi-misi perbaikan yang diusungnya sejak awal kepemimpinan. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dikonfirmasi kebenarannya, apalagi yang berasal dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
> “Saya harap masyarakat cerdas menyikapi setiap isu. Jangan mudah terhasut, apalagi kalau tidak dikonfirmasi langsung. Kita semua punya tanggung jawab moral untuk menjaga suasana kondusif,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu pula, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Tenggara untuk meninggalkan rivalitas politik yang mungkin masih tersisa pasca-pemilihan kepala daerah lalu. Ia mendorong warga untuk bersama-sama membangun semangat baru dalam menyukseskan program-program strategis pemerintah daerah.
> “Sudah saatnya kita berbenah. Hilangkan kebencian akibat ekses Pilkada yang lalu. Mari akui hasil demokrasi dan beri kesempatan bagi kami untuk bekerja demi perbaikan daerah ini,” ajaknya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Salim Fakhry kembali menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Aceh Tenggara Hebat, dengan menjadikan slogan Semangat Perbaikan sebagai prinsip kerja bersama.
Ady Gegoyong
































