Kabanjahe, Karo – Agaranews.net “Kalian sudah hidup di zaman AI. Pertanyaannya, apakah kalian hanya menjadi pengguna AI, atau mampu memahami, menggunakan dan mengantisipasi risikonya?”
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pesan dalam kegiatan Sosialisasi Program Paham AI yang dilaksanakan Tim Trainer Paham AI Polres Karo kepada kalangan pelajar SMA/SMK/MA sederajat di wilayah Kabupaten Karo.
Kegiatan berlangsung Kamis(20/8/2026) mulai pukul 08.00 WIB di Yayasan Pendidikan SMA Swasta Santa Maria Kabanjahe, dengan melibatkan sebanyak 50 siswa sebagai peserta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sekaligus membekali pelajar agar lebih cerdas, kritis dan aman dalam memanfaatkan teknologi digital.
Tim trainer dipimpin Kanit Reskrim Polsek Simpang Empat IPDA Sofian A. Damanik, S.H. selaku Ketua Tim, bersama Kanit Reskrim Polsek Juhar Ipda Triketta Surbakti, S.H., beserta anggota.
Kegiatan turut didampingi guru pendamping Altry Austin Nadeak, S.Pd.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh guru pendamping dan dilanjutkan pembukaan oleh Ketua Tim Trainer. Selanjutnya, para trainer mendampingi peserta dalam proses registrasi dan pendaftaran akun pada platform resmi Senopatiacademy.id.
Para siswa kemudian mengikuti sesi interaktif (live session) dengan materi pembelajaran yang mencakup Modul 01, Modul 02, Modul 11, dan Modul 22. Setiap modul diawali dengan pretest dan diakhiri dengan post-test untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan.
Tidak hanya pembelajaran secara teoritis, kegiatan juga dikemas secara interaktif. Sekitar pukul 11.00 WIB, para siswa diarahkan mengikuti permainan interaktif “Cerita Jeda” yang tersedia pada fitur Lab AI.
Permainan tersebut memberikan simulasi kepada peserta untuk mengenali dan menghindari berbagai potensi scam atau penipuan berbasis teknologi dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran AI tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pada kesadaran terhadap risiko di ruang digital.
Di penghujung kegiatan, para trainer memfasilitasi penerbitan sertifikat. Peserta juga mendapatkan pendampingan untuk mengunduh dan mencetak sertifikat kelulusan secara mandiri.
Antusiasme terlihat dari keterlibatan para pelajar selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sebanyak 50 siswa dinyatakan berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan memperoleh sertifikat digital.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Karo mendorong para pelajar agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi memiliki kemampuan untuk memahami cara kerja AI, memanfaatkannya secara bijak, serta mengenali risiko dan ancaman yang muncul di era digital.
Donal
























