Aceh Timur- Agaranews.net
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama 21 tahun. Menurutnya, perdamaian harus menjadi landasan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Al-Farlaky saat menghadiri peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang dipusatkan di Gampong Bintah, Kecamatan Madat, Aceh Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Rangkaian kegiatan peringatan tersebut diisi dengan doa bersama dan santunan anak yatim. Selain itu, Al-Farlaky turut menyampaikan pidato perdamaian di hadapan masyarakat yang hadir.
Dalam pidatonya, Al-Farlaky mengatakan masih terdapat sejumlah persoalan dalam perjalanan perdamaian Aceh yang belum sepenuhnya terselesaikan. Namun, ia menegaskan setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, bukan dengan kekerasan.
Peringati Hari Damai Aceh, Zikir dan Doa Menggema di Lhokseumawe
“21 tahun perdamaian Aceh tentu masih ada persoalan yang masih tersisa. Penyelesaiannya tentu harus dicari jalan keluar melalui mekanisme yang ada, bukan melalui kekerasan,” ujar Al-Farlaky.
Ia menyebut sejumlah poin dalam perjalanan perdamaian Aceh masih perlu diperjuangkan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan dan kewenangan khusus Aceh.
Peringati Hari Damai Aceh, Warga Diajak Zikir dan Doa Bersama di Masjid Raya Baiturrahman
Karena itu, Al-Farlaky mengajak masyarakat Aceh Timur mendukung berbagai upaya untuk memperkuat kewenangan Aceh, termasuk proses revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) serta penguatan kebijakan terkait dana otonomi khusus (Otsus).
“Masyarakat Aceh Timur harus mendukung berbagai upaya memperkuat kewenangan Aceh, termasuk proses revisi UUPA guna memperkuat kewenangan Aceh dan konstitusi dana otsus,” katanya.
Selain itu, Al-Farlaky meminta jajaran Partai Aceh dan Komite Peralihan Aceh (KPA) terus memantau kondisi masyarakat di wilayah pedalaman Aceh Timur. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Menurutnya, perhatian tidak hanya perlu diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Bupati juga menilai peringatan 21 tahun perdamaian Aceh harus menjadi momentum edukasi bagi generasi muda. Sejarah konflik dan proses perdamaian Aceh, kata dia, penting dipahami agar generasi penerus memiliki kesadaran untuk mempertahankan perdamaian.
“Generasi Aceh harus tahu sejarah. Jangan sampai mereka lupa bagaimana proses perdamaian ini lahir, sehingga mereka memiliki tanggung jawab untuk menjaga perdamaian,” ujarnya.
Ia berharap perdamaian yang telah diperjuangkan melalui perjalanan panjang dapat terus dipertahankan dan menjadi fondasi bagi pembangunan Aceh yang lebih merata dan berkelanjutan.(Rahmad)

























