Prof Dr Sutan Nasomal : Edukasi Keluarga Indonesia Bila Terjadi Perang, Apa yang Harus di Lakukan Sangat Penting

AGARA NEWS

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 02:49 WIB

50118 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timur Tengah, |  Profesor Sutan Nasomal Harapkan Presiden RI Sebaiknya Perintahkan Menteri Gubernur Bupati Walikota bersama TNI Poleri Beri Pemahaman Ke Masyarakat Andai Terjadi Perang Melebar Sebaiknya di Indonesia berjaga jaga terutama Yth Jendral Haji Prabowo Subianto ada baiknya memerintahkan menteri gubernur bupati Walikota TNI Polri di seluruh Indonesia agar mengadakan Edukasi bila perang di luar negeri meluas bagaimana cara penyelamatan diri terutama anak anak atau lansia dalam penyelamatan diri situasi perang meluas diluar negeri sebulan belakangan ini perlu diwaspadai pemerintah hendaknya juga tidak ada salahnya berjaga jaga senantiasa mempersiapkan persenjataan melengkapi alat pengamanan negara disemua link darat laut udara tidak salah berjaga jaga dari segala kemungkinan tidak akan sia-sia dia ada ruginya ‘, ujar Profesor Sutan Nasomal SH MH menjawab materi pertanyaan para pemimpin redaksi dalam luar negeri dikantornya Markas Pusat Partai Koalisi Rakyat Indonesia di bilangan Cijantung Jakarta 2/6/2026 via telpon selulernya.

Edukasi untuk keluarga INDONESIA adalah hal penting yang tidak di boleh diremehkan menurut pemerhati masyarakat Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH.

Selalu terjadi dan menjadi krisis bila hal ini tidak dipersiapkan jauh jauh hari. Dimana dapat terlihat bahwa ada ratusan anak anak diwilayah perang selalu terlantar dan terancam atau kelaparan serta sakit. Begitu pula para lansia.
Maka kehadiran pemahaman dan edukasi di suasana konflik perang harus diberikan kepada masyarakat mahasiswa pelajar pemuda dan anak anak.

Negara yang mengalami perang hari ini adalah sebuah fakta bahwa untuk menjaga kedamaian dan ketentraman dan kebahagiaan masyarakatnya. Bila terancam negara tersebut maka langkah exstrem harus di lakukan negara itu untuk perang. Hal yang tidak bisa di hindari.

Masyarakat perkotaan dan perdesaan harus terlatih memahami sebuah situasi yang tidak terduga sehingga menjadi sebuah resiko bahaya. Maka mempersiapkan penanggulangan ancaman apapun dari perang antar negara harus selalu di laksanakan melalui edukasi.

Kehadiran Kopassus atau TNI untuk memberikan Edukasi kepada masyarakat agar bisa menyelamatkan keluarga dan dirinya adalah hal utama.

Edukasi tersebut seperti membuat team kelompok yang menjaga masyarakat atau lansia dan anak anak yang rentan terancam atau sakit. Memilih wilayah yang mudah untuk berlindung serta terhindar dari pengawasan pihak yang memerangi.

Mempersiapkan perbekalan bila harus berpindah pindah sampai benar benar mendapatkan tempat aman untuk melindungi lansia dan anak anak. Wilayah yang mudah untuk mendapatkan air dan memasak serta membuat obat obatan.

Kopassus atau TNI adalah pakarnya yang bisa memberikan edukasi tersebut agar mengecilkan korban resiko di masyarakat. Maka ruang edukasi ini harus di bangun dan disiapkan karena ini adalah salah satu bentuk KETAHANAN NEGARA. Edukasi Menyeluruh baik di semua kelurahan Pedesaan dan perkampungan.

Prof Dr Sutan Nasomal berharap Ilmu dalam gerilya dan membaca peta atau kompas dan posisi menghindari wilayah perang sangat penting di ajarkan oleh TNI untuk masyarakat. Sehingga tidak banyak korban jiwa bila perang terjadi. Mengenalkan wilayah wilayah yang mudah di serang oleh pihak yang memerangi juga sangat penting. Dari 280 juta penduduk Indonesia adalah 30% anak anak (usia dibawah 15 tahun) dan 25 % lansia (usia diatas 58 tahun)

Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media : Kesadaran Masyarakat di situasi perang harus di asah dan cakap bagi para pemuda. Melihat era saat ini perang selalu menggunakan tekhnologi yang handal dan wilayah penduduk sering menjadi sasaran.

Maka ini sifatnya urgent agar masyarakat mendapatkan edukasi yang matang dari Pemerintah bersama TNI. Dengan adanya edukasi tersebut sebagian dari masyarakat bisa membantu pekerjaan penyelamatan masyarakat dan mendukung TNI mengamankan wilayah Indonesia.

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional Presiden Partai Koalisi Rakyat Indonesia Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS. (*)

Berita Terkait

Les Bahasa Inggris dan Komputer Gratis Resmi Dibuka di Perpustakaan Deli Serdang
Dari Perbaikan Jalan Hingga Rumah Layak Huni, Bupati Pastikan Program Pembangunan Berjalan di Kutalimbaru
Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo Dorong Keberlanjutan Lomba Fotografi untuk Promosi Budaya
Jangan Biarkan Sekecil Apa Pun Narkoba Masuk ke Hidup Kita
CIC Soroti Dugaan Korupsi Dana Kantor Rp1,1 Miliar di Dinas BMBK Lampung Tengah
SMA Negeri 1 Badar Gratiskan Biaya Sekolah Bagi Anak Yatim dan Siswa Kurang Mampu
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:40 WIB

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar 14 Layanan Medis

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:11 WIB

Periksa Jagung Pipil di Desa Tapung Makmur, Bhabinkamtibmas Tapung Hilir Dukung Program Ketahanan Pangan

Selasa, 23 Juni 2026 - 22:53 WIB

Dorong Swasembada Pangan KSDM Polda Riau Panen Raya Jagung 4 Hektare Bersama Petani

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Karo Ziarah ke TMP Kabanjahe Kenang Jasa Para Pahlawan

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:39 WIB

Dari Perbaikan Jalan Hingga Rumah Layak Huni, Bupati Pastikan Program Pembangunan Berjalan di Kutalimbaru

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:36 WIB

Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo Dorong Keberlanjutan Lomba Fotografi untuk Promosi Budaya

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:59 WIB

Gebrakan HUT ke-52! Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry Resmi Buka Turnamen Catur Terbuka

Senin, 22 Juni 2026 - 20:54 WIB

Rp 1 Milyar lebih Dana BOS Pasantren Raudhatul Hasanah Semadam Agara Di Duga Sarat Masalah dan disinyalir Manipulasi Pertanggung jawaban.

Berita Terbaru