Profesor Sutan Nasomal Sangat Mengapresiasi Penertiban Bangunan Lahan Melanggar Peruntukan Namun Jangan Lupakan Isi Perut Nasib Korbannya Di Jawa Barat

AGARA NEWS

- Redaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 03:11 WIB

50282 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Dibalik Penertiban Bangunan yang menyalahi dilakukan masyarakat emang secara kasat mata sangat salah patut diberi sanksi ditertibkan memang itu sudah sangat benar karena seperti dijalan jalan protokol PK5 berjualan hingga menjadi semerawut, lalu diatas kali dibangun jembatan pribadi bahkan di pinggiran kali dibangun rumah kios toko ini sangat tidak baik menghambat arus air akan membuat kali dangkal di musim penghujan menimbulkan banjir, yang korban siapa juga masyarakat dan yang disalahkan siapa pemerintah yang tidak mengatakan penataan benar ruang, diduga ini itu lah ini yang selama ini terjadi ada dalam pemikiran masyarakat sebahagian ya toh kini ditertibkan di seluruh provinsi Jawa barat didaerah kota kab itu sudah sangat benar tapi tidak lancar lancar saja disambut sebagaimana mestinya pemerintah dituding ini itu itu beralasan juga hanya disini mungkin mungkin kedepannya agar antara pemerintah dengan masyarakat duduk bersama memusyawarahkan segala sesuatu program apapun itu yang notanenya berkaitan langsung dengan subyek masyarakat untuk terjadinya saling pengertian satu sama lain hingga timbul kesadaran masyarakat yang salah secara sukarela akan menghukum dirinya sendiri yang bersalah hingga kedepannya mengurangi pelanggaran dilakukan masyarakat apapun bentuknya itu di tengah tengah masyarakat provinsi Jawa barat disemua kota kab Mudahan”, ujar Profesor Doktor Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Presiden Partai Oposisi Merdeka Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia menjawab materi pertanyaan para pemimpin redaksi. Media cetak onlen dalam luar negeri dikantornya markas pusat partai oposisi Merdeka di bilangan Cijantung jakarta 6/6/2026 via telpon selulernya.

Penataan jawa barat akan membuka ruang yang baik atau keseimbangan antara Alam dan Manusianya. Ruang Air akan lancar dan bermanfaat, tidak terganggu oleh kepentingan sepihak. Akhirnya tidak ada lagi banjir. Begitu pula penertiban bangunan yang tidak sesuai penempatannya atau belum ada perizinannya. Akan mengganggu keseimbangan alam. Hanya saja kesadaran untuk mengikuti peraturan perlu sentuhan istimewa dari sang pemimpin dengan rakyatnya yang di pimpin.

Kebijaksanaan dan keadilan berkaitan kuat untuk menciptakan jawa barat harmonis dan masyarakatnya bahagia. Maka perlu dipikirkan pula agar masyarakat jawa barat tidak lapar. Setidaknya sang pemimpin daerah mampu membuka ruang untuk lapangan pekerjaan agar masyarakatnya tidak lapar

Narasumber : Prof Dr Sutan Nasomal SH,MH

Berita Terkait

PKC PMII Jawa Barat Soroti Paradoks Pembangunan, Angka Anak Tidak Sekolah hingga Program MBG
BADKO HMI Jawa Barat Gelar HMI GEMBIRA, Tebar Kebahagiaan Lewat Aksi Sosial
Exploring the Nutritional Benefits of Fruits in a Healthy and Balanced Diet

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:35 WIB

Kontrak Proyek Jalan Pangala–Awan Toraja Utara Diubah Berulang Kali, L‑KONTAK Siap Lapor Ke Penegak Hukum

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:31 WIB

Diduga Gerah Pemberitaan, Oknum Ketua P3A Karya Naga Kirim Ancaman kepada Wartawan

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:26 WIB

Ironi di Tubuh Polri: Perwira Pembongkar Dugaan Pungli Malah Diproses

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:15 WIB

Tiga Pria Ditangkap, Satres Narkoba Polres Tebingtinggi Sita BB Sabu

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:12 WIB

Jaga Kamtibmas, Polsek Padanghulu Patroli Dialogis Dalam KRYD Di Jalinsum 

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:04 WIB

Gala Siswa Indonesia Jenjang SMP Resmi Dibuka Oleh Bupati Deli Serdang 

Rabu, 8 Juli 2026 - 23:00 WIB

Jamda XI Sumut Resmi Dibuka, wakil ketua Majelis Pembimbing cabang Lom Lom Suwondo Motivasi Kontingen Raih Prestasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:56 WIB

Wakil Gubernur Sumatra Utara H. Surya, . Buka Acara Jambore Daerah Sumatera Utara Ke XI.Kwarda Sumut Tampil Beda Menuju Transportmasi Dalam Dunia Digitalisasi Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru