Aceh Barat : Dalam rangka mengasah ketangkasan, mentalitas, dan memperkuat tali silaturahmi antar-organisasi, Anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Nagan Raya, Ali Ibrahim, S.T. (JZ 01 CWH), bersama Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar latihan menembak bersama. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Tembak Batalyon Infanteri (Yonif) 116/Aceh Barat. pada hari Sabtu 6/06/2026.
Latihan menembak ini didampingi langsung oleh instruktur terlatih dari prajurit Yonif 116/GS untuk memastikan seluruh prosedur keamanan dan teknik dasar menembak dijalankan dengan benar.
Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) adalah organisasi kemasyarakatan berbadan hukum yang diakui secara resmi oleh Pemerintah Indonesia. Organisasi ini wadah bagi para penggemar komunikasi radio antar penduduk (KRAP).
Ali Ibrahim, S.T./ JZ 01 CWH yang juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kebencanaan di Nagan Raya, menyampaikan bahwa latihan ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan sarana untuk melatih fokus, kedisiplinan, dan kesiapsiagaan. Kata Ali Ibrahim kepada media ini melalui WhatsApp.

RAPI bertindak sebagai mitra pemerintah—khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi)—dalam mengawasi, mengelola, dan memanfaatkan sarana komunikasi radio untuk kepentingan nasional dan ketahanan negara.
”Sebagai bagian dari organisasi komunikasi dan kemasyarakatan, kita dituntut untuk selalu siap dan tanggap. Latihan menembak ini sangat baik untuk melatih konsentrasi, ketenangan under-pressure, serta mempererat sinergi kita dengan adek-adek Menwa UTU yang merupakan calon-calon pemimpin masa depan,” ujar Ali Ibrahim.
Sementara itu, perwakilan dari Menwa Universitas Teuku Umar menyambut baik kolaborasi ini. Menurut mereka, latihan bersama tokoh pemuda dan senior seperti Ali Ibrahim memberikan motivasi tambahan bagi anggota Menwa dalam memahami pentingnya kolaborasi lintas organisasi demi pengabdian kepada masyarakat.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas individu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkokoh kemitraan strategis antara RAPI, unsur kepemudaan/ mahasiswa, dan TNI, khususnya Yonif 116/GS, dalam menjaga kondusivitas serta kesiapsiagaan di wilayah barat selatan Aceh.
Acara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh rasa kebersamaan, diakhiri dengan sesi diskusi ringan mengenai penguatan peran pemuda dalam aksi-aksi kemanusiaan ke depan.
Sementara itu.Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 116/Garda Samudera, Letkol Inf Wira Ardhani, S.E., memberikan apresiasi tinggi sekaligus dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan latihan menembak bersama yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Komisariat Resimen Mahasiswa (DPKOM Menwa) Universitas Teuku Umar (UTU).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan tembak Markas Komando Yonif 116/GS ini digelar dalam rangka memperkuat tali silaturahmi, sekaligus menanamkan kedisiplinan dan mental juang di kalangan generasi muda, khususnya para anggota Resimen Mahasiswa sebagai komponen cadangan pertahanan negara.
Dalam keterangannya, Danyonif 116/GS Letkol Inf Wira Ardhani, S.E., menyampaikan bahwa Yonif 116/GS selalu terbuka dan siap mendukung kegiatan positif yang melibatkan kemahasiswaan dan pemuda. Menurutnya, Menwa memiliki peran strategis sebagai jembatan antara TNI dan dunia akademis.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan inisiatif dari rekan-rekan Menwa DPKOM UTU. Latihan menembak ini bukan sekadar menguji kemahiran fisik atau ketepatan membidik sasaran, melainkan sebuah sarana untuk melatih fokus, mengontrol emosi, serta memupuk kedisiplinan yang tinggi,” ujar Letkol Inf Wira Ardhani. (*)



















