Gubernur Dedi Mulyadi Ajak Abaikan Media, Jurnalis Karawang Balas dengan Seruan Boikot Nasional

ABDIANSYAH,SST

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 00:51 WIB

5087 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karawang  — Pernyataan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang menyarankan agar pejabat publik di lingkungan Pemprov Jabar tidak lagi bekerja sama dengan media, memicu gelombang kemarahan dari komunitas pers di berbagai daerah. Ucapan KDM yang viral di media sosial itu dinilai melecehkan eksistensi dan peran wartawan sebagai pilar keempat demokrasi.

Dalam potongan video yang beredar luas, Dedi Mulyadi terdengar mengatakan bahwa informasi publik sebaiknya disampaikan langsung melalui media sosial pribadi pejabat, tanpa perlu melibatkan media massa. “Kalau bisa tidak usah kerja sama dengan media. Sampaikan saja langsung lewat medsos,” ucapnya dalam video tersebut.

Pernyataan tersebut sontak menuai kritik tajam. Bagi banyak kalangan pers, ajakan tersebut bukan hanya bentuk pengabaian terhadap fungsi pers, tetapi juga mengindikasikan upaya menyingkirkan media dari ruang publik yang seharusnya terbuka dan akuntabel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Merespons hal ini, sejumlah wartawan, pemilik media lokal, dan aktivis pers di Karawang menggelar forum diskusi pada Senin siang, 7 Juli 2025, bertempat di salah satu sekretariat organisasi pers di kawasan Karawang Barat. Forum tersebut secara resmi menghasilkan sikap bersama untuk memboikot seluruh bentuk pemberitaan tentang Dedi Mulyadi sebagai bentuk protes atas pernyataannya.

“Pernyataan KDM telah mencederai marwah pers dan merendahkan kerja-kerja jurnalistik. Jika keberadaan kami dianggap tidak penting, maka kami memutuskan untuk tidak lagi memberitakan segala aktivitasnya,” tegas Mr. KiM, CEO Lintaskarawang.com, yang juga dikenal sebagai aktivis pers senior di Karawang dan menjadi penggagas forum tersebut.

Menurut Mr. KiM, media selama ini berperan penting dalam membangun ruang komunikasi antara pemerintah dan rakyat. Ajakan untuk ‘tidak bekerja sama dengan media’ adalah bentuk pelecehan terhadap mekanisme demokrasi yang sehat dan transparan.

“Ini bukan sekadar simbolik. Ini adalah langkah konkret dari insan pers Karawang untuk mempertahankan martabat profesi dan hak masyarakat atas informasi yang benar dan berimbang,” imbuhnya.

Sementara itu, Romo, jurnalis senior yang turut hadir dalam forum tersebut, menyoroti aspek hukum dari polemik ini. Ia menegaskan bahwa kerja jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, terutama Pasal 4 Ayat (1) yang berbunyi: “Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.”

Lebih lanjut, Romo menjelaskan bahwa pada Ayat (2) dan (3) undang-undang tersebut ditegaskan bahwa tidak boleh ada sensor, pembredelan, atau pelarangan penyiaran, serta pers memiliki hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

“Pernyataan semacam itu berbahaya jika dibiarkan. Sebab bisa menjadi preseden buruk bagi pejabat publik lainnya yang ingin mengendalikan informasi secara sepihak. Ini bertentangan dengan semangat transparansi dan akuntabilitas publik yang dijamin konstitusi,” tandas Romo.

Sikap insan pers Karawang ini menyusul pernyataan sikap serupa dari sejumlah organisasi pers di Kota dan Kabupaten Bekasi yang telah lebih dahulu mengecam pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi.

Bahkan, beberapa organisasi profesi wartawan di Bandung, Cirebon, dan Tasikmalaya dikabarkan sedang menjajaki pembentukan aliansi solidaritas untuk mengajukan somasi etik terhadap Gubernur Jabar atas pernyataannya tersebut.

Forum insan pers Karawang menyatakan bahwa boikot akan terus berjalan hingga ada klarifikasi resmi dan permintaan maaf dari KDM secara terbuka kepada seluruh insan pers di Indonesia.  (Red/SS)

Berita Terkait

Dugaan Jual Beli Tanah Ilegal di Kp. Pasir Paros Baleendah, Penjual dan Pembeli Terancam Diproses Hukum?
Soroti Swakelola di DBMPR Jabar LSM KOREK Audensi Dengan Kejati Jawa Barat
Ruas Jalan Cikajang – Sumadra Kini Mulus Menuju Jabar Istimewa 
Proyek Revitalisasi SMKN 2 Baleendah Menuai Sorotan, Begini Kata Kepsek
Warga Ruas Jalan Ciawigebang – Jalaksana Apresiasi Pemprov Jabar
Erwin: Pendidikan TKA-TPA, Pondasi Moral Generasi Kota Bandung
Komunitas Ibu-Ibu Kebaya Ngoempoel Ikuti Car Free Day Kota Depok 
Diduga Proyek Siluman Untuk Bohongi Masyarakat Di Lingkungan Disdik Jabar

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 18:05 WIB

Kapolda Aceh Pimpin Upacara di Kutacane, Gaungkan “Sepakat Segenep” untuk Bangkitkan Aceh Tenggara

Senin, 19 Januari 2026 - 14:04 WIB

Babinsa Koramil 05/Darul Makmur Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan

Senin, 19 Januari 2026 - 14:01 WIB

Babinsa Gotong Royong Renovasi Masjid, Wujudkan Tempat Ibadah yang Nyaman

Senin, 19 Januari 2026 - 13:57 WIB

Perkuat Solidaritas Prajurit, Dandim 0209/Labuhanbatu Laksanakan Silaturahmi ke Jajaran Koramil

Senin, 19 Januari 2026 - 13:46 WIB

Dandim 0116 Nagan Raya Pimpin Upacara 17-an Dilanjutkan Jam Komandan

Senin, 19 Januari 2026 - 13:41 WIB

Babinsa Koramil 09/NL Hadiri Musdes RKPD dan Penanganan Stunting TA 2026 di Desa Pangkatan  

Senin, 19 Januari 2026 - 13:37 WIB

Babinsa Koramil 02/TL hadiri acara Musrenbang Desa Teluk Pulai Dalam.  

Senin, 19 Januari 2026 - 13:33 WIB

Patroli Preventif TNI–Ormas, Kodim 0209/Labuhanbatu Jaga Kondusifitas Panai Hilir

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Dandim 0116 Nagan Raya Pimpin Upacara 17-an Dilanjutkan Jam Komandan

Senin, 19 Jan 2026 - 13:46 WIB