Kutacane, agaranews.com
Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XL tingkat Kabupaten Aceh Tenggara secara resmi ditutup oleh Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhri, SE., MM, pada Senin (28/7) di Lapangan Pemuda Kecamatan Babussalam, Kutacane. Dalam pidato penutupannya, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada Camat Lawe Sigala-gala, Ary Syafrizal Arma, S.STP, M.Si, yang berhasil mengantarkan kecamatannya meraih Juara Umum Pertama dalam perhelatan MTQ tahun ini.
Prestasi ini sekaligus menandai keberhasilan Ary Syafrizal Arma dalam dua periode berturut-turut, setelah sebelumnya pada MTQ ke-39 tahun lalu juga berhasil membawa Kecamatan Semadam sebagai Juara Umum. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membina prestasi keagamaan di wilayahnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara memberikan hadiah istimewa berupa paket perjalanan ibadah umrah kepada Ary Syafrizal Arma, yang direncanakan akan diberangkatkan pada tahun 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyerahan Piala Bergilir Juara Umum dilakukan secara langsung oleh Bupati Aceh Tenggara kepada Camat Lawe Sigala-gala, disaksikan oleh para pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan ribuan masyarakat yang memadati arena penutupan MTQ.
Dalam keterangannya kepada awak media usai acara, Ary Syafrizal Arma menyampaikan rasa syukur dan ucapan terima kasih atas penghargaan luar biasa yang diberikan oleh pemerintah daerah.
> “Saya sama sekali tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan sebesar ini. Terima kasih yang setulus-tulusnya saya sampaikan kepada Bapak Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara atas kepercayaan dan penghargaan ini. Ini akan menjadi motivasi besar bagi saya dan tim untuk terus membina generasi Qur’ani yang berprestasi,” ungkap Ary dengan penuh haru.
Kegiatan MTQ ke-XL ini menjadi momentum penting dalam penguatan nilai-nilai keislaman dan pengembangan potensi qari dan qariah muda di seluruh kecamatan dalam wilayah Aceh Tenggara. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian integral dari pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berakhlak mulia.
(Ady)


































