Bone, AgaraNews.com // Aktivis Kabupaten Bone, Andi Takdir, melaporkan dugaan ancaman pembunuhan yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone, Selasa (7/10/2026).
Laporan tersebut ditempuh setelah Andi Takdir mengaku menerima sejumlah teror dan pesan intimidasi melalui media sosial. Ancaman itu disebut muncul setelah dirinya aktif menyuarakan dugaan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Bone.
Andi Takdir sebelumnya memang dikenal aktif menyampaikan sorotan terkait distribusi BBM subsidi melalui akun media sosial pribadinya. Ia juga mengaku pernah menyebut sejumlah nama dan lokasi yang menurutnya diduga berkaitan dengan praktik penimbunan BBM bersubsidi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keterlibatan Andi Takdir dalam mengawal persoalan distribusi BBM tersebut bermula dari kejadian di salah satu SPBU di Kecamatan Cina.
Ia mengaku saat itu kendaraannya kehabisan bahan bakar. Karena kondisi tersebut, ia berjalan kaki sambil membawa jerigen berkapasitas lima liter untuk membeli BBM.
“Waktu itu mobil saya kehabisan bensin, saya jalan membawa jerigen 5 liter, tapi pihak SPBU di Kecamatan Cina sempat menolak mengisi jerigen,” ungkap Andi Takdir.
Pengalaman tersebut kemudian ia sampaikan melalui media sosial. Unggahan itu mendapat respons dari sejumlah warganet dan mendorong dirinya untuk terus menyuarakan persoalan distribusi BBM subsidi.
Setelah itu, Andi Takdir mengaku melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi yang sebelumnya disebut oleh masyarakat berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi.
Menurut pengakuannya, setelah aktivitas tersebut ia mulai menerima sejumlah pesan bernada intimidasi melalui media sosial, baik melalui pesan pribadi maupun kolom komentar.
Setelah beberapa lokasi saya datangi, banyak pesan inbox melalui medsos dan komentar di postingan yang mengancam. Bahkan ada yang sampai mengirim gambar sajam dan mengancam nyawa saya,” terangnya.
Atas dugaan ancaman tersebut, Andi Takdir memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkannya ke Polres Bone. Ia berharap laporan tersebut dapat ditindaklanjuti dan pihak kepolisian mengungkap pihak yang berada di balik ancaman tersebut.
Sementara itu, laporan tersebut kini menjadi kewenangan aparat kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan bentuk serta sumber ancaman yang dilaporkan. (Lia Hambali)




















