Bandung, AgaraNews.com // Warga binaan Lapas Perempuan Bandung meluncurkan produk kuliner unggulan bernama Puff Tape Lamoria sebagai pilihan oleh-oleh khas Kota Bandung, Rabu (7/10/2026).
Roti berlapis kulit renyah ini memadukan olahan tape, keju, dan susu, “Rasanya creamy,” ujar Kalapas Perempuan Bandung, Rika Aprianti.
Rika menjelaskan bahwa isian tape memberikan tekstur lembut di mulut. Inovasi ini lahir dari kreativitas napi perempuan yang membutuhkan waktu enam tahun untuk menyempurnakan rasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Puff tape ini murni hasil kreasi warga binaan kami. Perjalanannya sangat panjang, hingga tercipta puff tape versi the best yang sekarang ada butuh waktu 6 tahun,” jelas Rika.
Inisiator resep utamanya adalah seorang warga binaan berinisial M yang telah dibina selama enam tahun. Ia mengasah kemampuan melalui program pembinaan keterampilan tata boga bersama rekan-rekannya.
“Saya dibina di Lapas Perempuan Bandung ini sudah 6 tahun, dan selama itu juga saya dan teman-teman terus meramu puff tape sampai dapat resep yang menurut saya terbaik,” ungkap M.
Perempuan berusia 40 tahun itu mengaku awal eksperimen rasa adonan masih didominasi tepung, hingga akhirnya menemukan formula yang pas.
“Semoga pembuatan puff tape ini dapat dilanjutkan teman-teman di sini saat saya pulang. Semoga menjadi salah satu amal yang dapat menghapus kesalahan masa lalu saya,” harapnya.
Rika menambahkan, ide ini sengaja mengangkat kembali kepopuleran peuyeum khas Bandung yang mulai tergerus zaman.
“Dulu kalau ke Bandung orang pasti tanya, ‘peuyeumnya mana’. Kami ingin membangkitkan kenangan itu lagi melalui Puff Tape Lamoria,” terangnya.
“Digigit renyah dengan tape keju yang lumer di mulut, meleleh. Cobain sendiri deh, pasti nagih,” tambahnya.
Saat ini pemasaran melayani pembelian daring melalui Shopee dan media sosial resmi Lamoria. Ke depan, pihak lapas akan membuka penjualan langsung melalui koperasi bernama *Lamoria Paviliun* di area depan gedung lapas.
“Sebentar lagi Koperasi kami akan menjual Puff Tape dan produk-produk Lamoria lainnya secara langsung. Semoga ini bisa semakin mendekatkan Lapas Perempuan Bandung dengan masyarakat, karena sejatinya warga binaan akan kembali ke masyarakat,” pungkas Rika.
Selain kuliner, Lamoria Paviliun juga akan menjajakan jajanan pasar, roti, kopi kekinian, hingga hasil kerajinan warga binaan seperti batik tulis, batik cap, kerajinan perca, dan rajutan.




















