BANDUNG, Agaranews — Proyek pembangunan drainase di kawasan Caringin, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, menjadi perhatian setelah hasil pantauan di lapangan pada Kamis, 8 Oktober 2026, menunjukkan kondisi saluran yang masih dipenuhi air dengan warna keruh hingga kehitaman.
Pantauan di sejumlah titik memperlihatkan saluran drainase yang baru dikerjakan berada di sisi badan jalan. Dinding saluran tampak telah dibangun menggunakan konstruksi beton, sementara sejumlah bagian di sekitar proyek masih berupa tanah galian.
Di dalam saluran, air terlihat menggenang. Pada beberapa bagian juga tampak material dan sampah, mulai dari dedaunan hingga sampah plastik, yang berada di sekitar maupun di dalam aliran drainase.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kelancaran fungsi saluran, khususnya apabila drainase tersebut ditujukan untuk memperlancar pembuangan air dan mengurangi potensi genangan di kawasan Caringin.
Selain kondisi air, pantauan juga menemukan bagian lingkungan sekitar saluran yang masih dalam tahap penataan. Tanah hasil galian terlihat menumpuk di sisi saluran dan terdapat bagian trotoar atau permukaan beton lama yang dibongkar untuk pengerjaan konstruksi.
Pada salah satu titik, terlihat pekerjaan konstruksi pada bagian bawah atau sambungan saluran dengan tulangan besi yang masih terbuka. Kondisi ini menunjukkan bahwa pekerjaan pada titik tersebut masih memerlukan penyelesaian dan penataan lebih lanjut.
Yang menjadi perhatian adalah kondisi saluran yang sudah terisi air sementara pekerjaan di sejumlah bagian masih berlangsung. Sampah dan material yang masuk ke saluran berpotensi mengganggu aliran apabila tidak segera dibersihkan.
Pemerintah Kota Bandung melalui perangkat daerah terkait diharapkan memastikan pekerjaan drainase tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai saluran pembuangan air.
Terlebih, persoalan drainase memiliki kaitan langsung dengan kondisi jalan dan aktivitas masyarakat. Saluran yang tidak berfungsi optimal dapat meningkatkan risiko air meluap ke badan jalan ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Hasil pantauan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap pelaksanaan proyek drainase di kawasan Caringin, Babakan Ciparay. Kualitas konstruksi, kelancaran aliran, kebersihan saluran, serta penyelesaian kembali area yang terdampak pekerjaan menjadi hal penting yang perlu dipastikan sebelum pekerjaan dinyatakan benar-benar tuntas.
(SAIPULLAH)

























