AgaraNews.com // Kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karo kembali menjadi sorotan. Di tengah kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai, kejelasan alokasi anggaran dan target penyelesaian rumah sakit tersebut menjadi perhatian publik.
Sebelumnya, informasi mengenai sejumlah paket pekerjaan lanjutan RSUD Kabupaten Karo pada tahun 2026 menunjukkan nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sekitar Rp1,53 miliar untuk pembangunan instalasi Rawat Jalan dan Ruang Rekam Medis. Sementara itu, paket lanjutan finishing bangunan Rawat Inap bernilai lebih dari Rp4 miliar dan kembali menjalani proses tender ulang setelah peserta sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi persyaratan.
Menanggapi pertanyaan mengenai anggaran pembangunan RSUD, Kepala Bappedalitbang Kabupaten Karo, Abel Tarwai Tarigan, menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp8,5 miliar telah tersedia dan dialokasikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Abel, anggaran yang tercantum dalam APBD Kabupaten Karo Tahun Anggaran 2026 untuk pembangunan RSUD tersebut sebesar Rp8,5 miliar.
Keterangan ini memberikan penjelasan mengenai anggaran yang sebelumnya disebut berasal dari pengembalian dana transfer daerah. Namun, rincian penggunaan anggaran tersebut pada masing-masing paket pekerjaan masih perlu dikonfirmasi kepada perangkat daerah teknis yang menangani pembangunan RSUD.
Selain anggaran pembangunan RSUD, perhatian juga tertuju pada Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang diterima Kabupaten Karo pada tahun 2026 sebesar Rp23,4 miliar.
Saat dikonfirmasi mengenai penggunaan bantuan tersebut, Abel menjelaskan bahwa anggaran BKP dialokasikan untuk sejumlah kegiatan infrastruktur dan revitalisasi fasilitas publik.
Rinciannya meliputi Rp18 miliar untuk jalan Simpang Empat – Simpang Gurukinayan, Rp3,6 miliar untuk revitalisasi pasar, Rp1 miliar untuk jalan Desa Ujung Deleng, serta Rp800 juta untuk rehabilitasi ruang kelas SMP Laubaleng.
Alokasi itu menunjukkan bahwa dukungan keuangan provinsi diarahkan pada sejumlah program pembangunan infrastruktur, peningkatan fasilitas pasar, serta rehabilitasi sarana pendidikan di Kabupaten Karo.
Terkait pertanyaan lebih lanjut mengenai rincian teknis pekerjaan, penggunaan anggaran pada setiap paket, serta tahapan penyelesaian pembangunan RSUD, Abel mengarahkan agar konfirmasi dilakukan kepada dinas terkait.
Informasi mengenai progres fisik pembangunan, pembagian anggaran ke dalam paket pekerjaan, kendala pelaksanaan, dan target penyelesaian rumah sakit menjadi hal penting untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kelanjutan proyek tersebut.
Pasalnya, keberadaan RSUD yang baru diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Karo.
Karena itu, transparansi mengenai penggunaan anggaran, perkembangan pembangunan, serta kepastian target penyelesaian rumah sakit tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Hingga berita ini disusun, rincian teknis penggunaan anggaran Rp8,5 miliar pada setiap paket pekerjaan, progres pembangunan terkini, serta target operasional RSUD Kabupaten Karo masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada perangkat daerah yang menangani pelaksanaan pembangunan.(Lia Hambali)

























