Heboh di Monev Dana Desa Aceh Tenggara! Pj Kades Keberatan Soal Pajak Lama, Ada yang Usul Dapat Reward Bagi Desa Taat Pajak

Hidayat Desky

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 13:33 WIB

50357 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kutacane –agranews.com, online //

Suasana kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembayaran Pajak Dana Desa yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara di Aula Offroom Sekdakab, Jumat (7/11/2025), mendadak memanas. Sejumlah Penjabat (Pj) Kepala Desa menyampaikan berbagai keberatan dan usulan terkait pelaksanaan kewajiban pembayaran pajak Dana Desa.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry, S.E., M.M., dihadiri oleh Sekda Yusrizal, S.T., para asisten, kepala OPD, camat se-Aceh Tenggara, serta ratusan kepala desa. Agenda tersebut awalnya berjalan tertib hingga muncul tanggapan beragam dari para kepala desa yang menyoroti ketidaksesuaian data dan tanggung jawab pajak dari masa jabatan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa Pj Kepala Desa menegaskan keberatan mereka karena diminta membayar pajak Dana Desa yang bukan terjadi di masa kepemimpinannya.

> “Kami bukan menjabat pada masa itu. Jadi seharusnya tanggung jawabnya diklarifikasi dulu, bukan langsung dibebankan kepada kami,” ungkap salah satu Pj kepala desa disambut anggukan dari peserta lain.

Ada pula yang menyoroti ketidaksesuaian nominal pajak yang ditagihkan dengan data realisasi Dana Desa yang mereka miliki.

Menanggapi hal tersebut, pihak pajak menjelaskan bahwa kegiatan ini baru tahap awal dari program Pemutakhiran dan Pembinaan Kepatuhan Pajak (P2KP).

“Ini belum kongkrit. Kita masih di tahap awal P2KP. Tujuannya untuk mencocokkan data dan memberikan pemahaman dulu kepada aparatur desa,” ujar perwakilan pajak dalam forum tersebut.

Beberapa camat ikut memberikan saran agar persoalan ini diselesaikan dengan pendekatan persuasif.

Syukri, S.E., Camat Bukit Tusam, meminta agar pihak p2kp melakukan sosialisasi lebih dulu sebelum ada penetapan kewajiban pajak desa.

> “Kalau seperti ini, sebaiknya disosialisasikan dulu agar tidak salah paham. Jangan sampai Pj kepala desa justru memilih mundur karena merasa terbebani,” katanya,

Sementara itu, Ardian Busra, S.STP, M.A, Camat Lawe Sumur, menegaskan agar kepala desa lama yang masih memiliki tanggungan pajak disurati secara resmi.

> “Harus ada surat kepada kepala desa lama kalau masih ada tanggungan. Jangan semua dibebankan ke pejabat sementara,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Kuning II, Julkipli yang meminta agar Pemkab mengirim surat resmi kepada para kepala desa terdahulu terkait pajak sejak awal Dana Desa digulirkan.

Sementara dari pihak P2KP, mereka menegaskan bahwa untuk sementara, pembayaran pajak dilakukan berdasarkan masa jabatan masing-masing kepala desa, agar adil dan tidak tumpang tindih tanggung jawab.

> “Silakan dibayar sesuai masa menjabat saja. Yang lama nanti kita telusuri lebih lanjut,” ujar perwakilan P2KP.

Menariknya, Pj Kepala Desa Lawe Pangkat, Anwar, juga menyampaikan pandangan berbeda. Ia menilai perlu adanya penghargaan atau reward bagi desa yang taat pajak, agar semangat kepatuhan meningkat di seluruh wilayah.

> “Kalau bisa, desa yang taat pajak jangan hanya diberi piagam. Berikan reward nyata agar jadi contoh bagi yang lain,” ujar Anwar yang disambut tepuk tangan hadirin.

Kegiatan Monev berlangsung dinamis namun tetap kondusif. Di akhir acara, Bupati Salim Fakhry menyatakan akan menampung seluruh masukan dan memastikan kebijakan terkait pajak Dana Desa dilakukan secara adil, transparan, dan mendidik, bukan menghukum.

Langkah Pemkab Aceh Tenggara ini mendapat perhatian luas karena menyentuh langsung isu penting dalam pengelolaan Dana Desa: akuntabilitas, keadilan, dan motivasi untuk membangun kepatuhan pajak dari tingkat desa. Ady Gegoyong

Berita Terkait

Kursi Kosong di Ruang Sidang: Kades Lawe Kolok dan Peranginan Absen, Sengketa Dana Desa Bergulir di KIA
Percepat Pembangunan KDKMP Babinsa Koramil 02/Seunagan Bantu Pengerjaan Di Lapangan Di Desa Binaan
Jaga Ketahanan Pangan, Babinsa [Nama Desa/Kelurahan] Pantau Kondisi Air Irigasi di Musim Tanam
BABINSA GOTONG ROYONG BERSAMA MASYARAKAT
Babinsa Koramil 05/Darul Makmur Laksanakan Komsos dengan Warga
Babinsa Tinjau penjual Bahan pokok dan sayuran di pekan Tradisional
Komsos Babinsa tujuan menciptakan kedekatan bersama warga binaan
Percepatan Infrastruktur Jembatan Gantung Perintis di Agara memasuki Progres 13,98 Persen

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 00:20 WIB

Danrem 083/Baladhika Jaya : Malang Half Marathon Perkuat Sinergi dan Promosikan Potensi Daerah

Senin, 27 April 2026 - 00:15 WIB

Cegah Gangguan Kamtibmas, TNI-Polri dan Satpol PP Kompak Laksanakan Patroli Skala Besar Malam Hari

Senin, 27 April 2026 - 00:12 WIB

Babinsa Koramil 06/Kerajaan Hadirkan Solusi, Penentuan Lokasi Gerai KDKMP Dibahas Bersama

Senin, 27 April 2026 - 00:09 WIB

Babinsa Koramil 04/Tigalingga Mengikuti Kebaktian di GBI Kedeberek, Wujud Nyata TNI Dekat dengan Rakyat

Minggu, 26 April 2026 - 23:58 WIB

Babinsa HK. Sipayung Hadiri Ibadah Minggu, Bukti Nyata TNI Selalu Dekat dengan Rakyat

Minggu, 26 April 2026 - 23:52 WIB

IKAFEB UNAND Gelar Kegiatan Halal Bihalal Antar Alumni FEB UNAND di Jakarta Pusat

Minggu, 26 April 2026 - 23:44 WIB

Pastikan Kualitas, Dandim Trenggalek Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

Minggu, 26 April 2026 - 23:40 WIB

Prajurit Petarung Gelar Tradisi Korps Pedang Pora Penyambutan dan Pelepasan Komandan Kodim 0201/Medan

Berita Terbaru