ACEH SINGKIL agaranews.com – Delegasi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Singkil melakukan kunjungan kerja ke PT Perkebunan Lembah Bhakti untuk membahas sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pansus II DPRK Aceh Singkil, Sadri Lingga, pada Jumat (19/6/2026).
Dalam rombongan tersebut turut serta anggota tim Pansus II lainnya, yakni Sudarto, Sariman, Mursal Malau, Taufiq, Surianto, Desra Novianto, Warman, dan Juliadi. Sementara itu, pihak manajemen PT Perkebunan Lembah Bhakti diwakili oleh Administratur M. Asrar Iqbal, Chief Digital Officer (CDO) Teguh A.W., Kepala Bagian CSR Catur, Asisten Sustainability Bayu, serta Kepala Pabrik Permai.
Dalam pertemuan yang berlangsung dialogis tersebut, kedua belah pihak membahas sejumlah poin strategis, di antaranya efektivitas operasional perusahaan, realisasi program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), serta komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat lokal di Kabupaten Aceh Singkil.
Administratur PT Perkebunan Lembah Bhakti, M. Asrar Iqbal, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan senantiasa membuka ruang komunikasi bagi pemangku kepentingan untuk memastikan sinergi yang positif.
“Kami selalu berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah maupun legislatif demi mendukung pembangunan yang berkelanjutan di wilayah ini,” ujar Asrar Iqbal.
Sementara itu, Ketua Tim Pansus II DPRK Aceh Singkil, Sadri Lingga, mengatakan bahwa kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan fungsi pengawasan DPRK terhadap perusahaan yang beroperasi di daerah. Menurutnya, koordinasi yang intensif diperlukan agar kehadiran perusahaan dapat memberikan dampak maksimal bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan legislatif menjadi instrumen penting untuk memajukan daerah. Kami berharap komunikasi yang baik ini dapat terus terjaga,” kata Sadri.
Pertemuan tersebut ditutup dengan ramah tamah sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga iklim investasi yang kondusif di Aceh Singkil, serta membahas berbagai masukan terkait tata kelola lingkungan dan sosial.
























