Aceh Timur – Agaranews.net Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama unsur Forkopimda telah mengimbau masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing selama bulan kemerdekaan.
Imbauan tersebut telah disampaikan oleh Bupati Aceh Timur, Kapolres Aceh Timur, Dandim 0104/Aceh Timur, para Camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Keuchik, serta diumumkan melalui kantor-kantor keuchik di 513 desa yang tersebar di Kabupaten Aceh Timur.
Rahmad, selaku Kepala Biro Agaranews.net Aceh Timur, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan, informasi mengenai imbauan pengibaran Bendera Merah Putih diperkirakan telah diterima oleh sekitar 95 persen masyarakat di Aceh Timur.
Namun demikian, menurut Rahmad, terdapat kendala yang perlu menjadi perhatian bersama. Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu daerah yang beberapa waktu lalu terdampak bencana banjir dan tanah longsor. Bencana tersebut mengakibatkan banyak rumah warga rusak, harta benda hanyut, serta kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih.
“Banyak keluarga kehilangan berbagai barang milik mereka, termasuk Bendera Merah Putih yang tersimpan di rumah. Sebagian bendera rusak atau hanyut terbawa banjir sehingga masyarakat tidak lagi memilikinya,” ujar Rahmad.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil pemantauan dan komunikasi dengan masyarakat, harga Bendera Merah Putih saat ini berkisar antara Rp80.000 hingga Rp100.000. Bagi sebagian warga yang masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi pascabencana, harga tersebut cukup memberatkan.
Sebagai jurnalis yang bertugas di Kabupaten Aceh Timur, Rahmad mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, TNI, dan Polri yang terus mengajak masyarakat menghormati jasa para pahlawan dengan mengibarkan Bendera Merah Putih. Menurutnya, semangat kemerdekaan harus terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada para syuhada dan pahlawan bangsa yang telah berjuang mengorbankan harta, tenaga, darah, bahkan nyawa demi kemerdekaan Indonesia.
Namun, ia berharap pemerintah dan seluruh pihak dapat menghadirkan solusi agar imbauan tersebut dapat dilaksanakan oleh seluruh masyarakat tanpa menjadi beban, terutama bagi warga yang terdampak bencana.
Rahmad mengusulkan agar pemerintah daerah, perusahaan melalui program CSR, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, maupun para dermawan dapat bergotong royong menyediakan atau membagikan Bendera Merah Putih secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, semangat nasionalisme tetap terjaga dan Bendera Merah Putih dapat berkibar di seluruh desa dan kota di Kabupaten Aceh Timur.
“Harapan kami sederhana, semoga pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini, Bendera Merah Putih dapat berkibar di seluruh 513 desa di Aceh Timur sebagai simbol persatuan, semangat kebangsaan, dan penghormatan kepada jasa para pahlawan,” tutup Rahmad.
























