Tarutung, AgaraNews. Com // Demikian penekanan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Dandim 0210/TU Letkol Arm Kiky Hardian, S.Sos., pada upacara pengibaran Bendera Merah Putih, Senin (19/10/2026) di Lapangan Apel Makodim 0210/TU, Jalan Sisingamangaraja No. 185, Hutatoruan VI, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Di awal amanatnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengajak seluruh Prajurit TNI dan ASN TNI di seluruh Tanah Air untuk selalu mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena sampai hari ini diberikan rahmat, karunia, kesehatan, keselamatan dan kekuatan untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Selanjutnya, Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa institusi TNI baru saja selesai memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia tepat pada 5 Oktober 2026 lalu. Oleh sebab itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya dari Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) (HOR) Prabowo Subianto kepada seluruh Prajurit dan ASN TNI atas terselenggaranya acara peringatan yang sederhana tetapi penuh kekhidmatan.
“Mari kita jadikan momentum tersebut sebagai sarana untuk terus berbenah diri, agar TNI semakin dicintai rakyat,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut orang nomor satu di jajaran TNI tersebut, kondisi global saat ini dipenuhi persaingan geopolitik, konflik bersenjata serta ancaman perang informasi dan kognitif yang menuntut adaptasi cepat seluruh Prajurit TNI. Tanggung jawab TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara tetapi juga memperkuat ketahanan wilayah, termasuk menjaga ketahanan pangan dan energi nasional.
Tantangan tersebut kian kompleks seiring hadirnya doktrin peperangan modern, seperti kecerdasan buatan, sistem persenjataan nirawak atau drone, peperangan elektronika dan sistem komando berbasis teknologi yang telah mengubah pola pertempuran.
Lebih lanjut, dalam menghadapi dinamika tersebut kita harus memperkuat soliditas antarmatra, meningkatkan penguasaan teknologi pertahanan, serta membangun ketahanan wilayah yang tangguh bersama rakyat.
Terlebih lagi Presiden RI Prabowo Subianto telah menetapkan berbagai program prioritas nasional, sehingga menjadi kewajiban mutlak bagi kita untuk mengawal dan menyukseskan pelaksanaannya agar berjalan aman, lancar serta berdampak nyata bagi bangsa Indonesia.
“Sejalan dengan hal itu, saya perintahkan kepada seluruh jajaran TNI untuk senantiasa menjaga kewaspadaan, kesiapsiagaan operasional, kemampuan deteksi dini dan kecepatan bertindak dalam merespons setiap perkembangan ancaman,” tegas Panglima.
Di sisi lain, Jenderal TNI Agus Subiyanto menjelaskan bahwa saat ini negara menaruh perhatian sangat besar terhadap penguatan TNI, salah satunya melalui modernisasi Alpalhankam. Langkah modernisasi ini harus mampu meningkatkan daya tempur, daya tangkal, serta kesiapan operasional satuan, bukan sekadar menghadirkan teknologi baru.
Oleh sebab itu, para komandan satuan wajib memastikan kesiapan prajurit dan Alpalhankam agar selalu berada pada kondisi terbaik untuk tugas operasi militer maupun penanggulangan bencana alam.
Perhatian besar negara tersebut tidak hanya tertuju pada persenjataan, tetapi juga menyentuh langsung pada kesejahteraan prajurit beserta keluarganya. Pimpinan TNI terus memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan, perumahan, pendidikan dan pemenuhan hak-hak prajurit TNI, melalui peningkatan disiplin, profesionalisme dan integritas tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas.
Pada kesempatan ini Panglima TNI mengungkapkan perhatian serius terhadap berbagai bentuk pelanggaran hukum dan disiplin yang dapat merusak citra serta kehormatan TNI.
“Saya tekankan kepada seluruh Prajurit agar tidak terlibat dalam tindak kriminal, penyalahgunaan narkoba, perjudian atau judi online, penipuan, pemerasan, tindak kekerasan, penyalahgunaan wewenang ataupun aktivitas ilegal dalam bentuk apa pun juga. Setiap pelanggaran sekecil apapun akan menurunkan kredibilitas dan tingkat kepercayaan rakyat kepada TNI,” tegasnya.
Jenderal TNI Agus Subiyanto mengharapkan bahwa kehadiran kita di tengah masyarakat harus selalu memberi rasa aman sekaligus menjaga amanah dan kepercayaan rakyat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Untuk itu seluruh prajurit wajib menjunjung tinggi disiplin serta kepatuhan hukum, guna membuktikan jati diri sebagai prajurit terbaik, yang profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif. Para komandan satuan harus menjadi teladan, melakukan pengawasan melekat dan meningkatkan kepedulian terhadap kehidupan anggota,” pungkasnya.
Di akhir amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh Prajurit TNI dari Sabang sampai Merauke untuk selalu berdoa semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, keberkahan, perlindungan dan kelancaran dalam melanjutkan pengabdian terbaik kepada keluarga, masyarakat, satuan, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai bersama.(Lia Hambali)
Sumber : Pendim 0210/TU




















