Feri Rusdiono Ketum PWO DWIPA : Kami tidak Mentolerir Preman Berkedok Wartawan

ABDIANSYAH,SST

- Redaksi

Rabu, 21 Mei 2025 - 04:25 WIB

5074 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta|  Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Online Dwipa, Feri Rusdiono, mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memberantas preman yang berkedok wartawan. Menurutnya, banyak kejadian di Indonesia yang menunjukkan bahwa wartawan melakukan pemerasan dan tindakan tidak etis lainnya.

“Pemerintah harus bertindak tegas terhadap preman yang berkedok wartawan ini,” kata Feri Rusdiono dalam rilis persnya. “Mereka merusak citra profesi wartawan dan merugikan masyarakat.”

Feri Rusdiono menambahkan bahwa perkumpulan wartawan online Dwipa berkomitmen untuk menjaga profesionalisme dan etika jurnalistik. “Kami tidak akan mentolerir tindakan tidak etis yang dilakukan oleh oknum wartawan,” ujarnya. Selasa 20/5/2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ciri – ciri preman berkedok wartawan seperti pada umumnya memiliki KTA tapi tidak ada dalam box redaksi media dan tidak pernah membuat berita.”ucap Feri ketum PWO DWIPA.

Dan ada juga beberapa cara untuk mendeteksi ciri-ciri wartawan gadungan Berikut adalah beberapa ciri-ciri wartawan palsu atau gadungan yang perlu diwaspadai:

1. Sumber informasi tidak jelas: Wartawan palsu sering kali tidak dapat memberikan informasi yang jelas mengenai latar belakangnya, afiliasi media tempatnya bekerja, atau referensi terkait pengalaman sebelumnya.

2. Kesalahan dalam penulisan dan pengetahuan: Wartawan palsu sering membuat kesalahan dalam penulisan atau pengetahuan yang tidak sesuai dengan standar seorang wartawan yang sebenarnya. Hal ini dapat terlihat dari tata bahasa yang buruk atau informasi yang tidak konsisten atau tidak akurat.

3. Menyebarkan informasi palsu: Wartawan palsu seringkali mencari sensasi dengan menyebarkan informasi palsu atau hoaks tanpa melakukan verifikasi yang baik. Mereka cenderung menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi ke publik.

4. Tidak mengikuti etika jurnalistik: Wartawan palsu biasanya tidak mematuhi kaidah dan etika jurnalistik yang berlaku, seperti tidak menjaga prinsip keberimbangan, keakuratan, dan keadilan dalam melaporkan berita.

5. Tidak bekerja untuk media resmi: Wartawan palsu seringkali tidak berafiliasi dengan media resmi dan tidak memiliki kredibilitas dari lembaga media yang telah terverifikasi.

6. Meminta imbalan: Wartawan palsu atau gadungan mungkin juga meminta imbalan atau pemberian tertentu dalam bentuk apapun sebagai syarat untuk memberikan liputan atau menghilangkan informasi negatif.

Jika Anda mendeteksi adanya ciri-ciri di atas pada seseorang yang mengaku sebagai wartawan, penting untuk memastikan keaslian identitas mereka dengan meminta kartu pers atau melakukan cross-cek informasi dengan media yang terpercaya.

Pemerintah pusat diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk memberantas preman yang berkedok wartawan ini. Dengan demikian, citra profesi wartawan dapat dipulihkan dan masyarakat dapat merasa aman dan terlindungi.

(Redaksitim)

Berita Terkait

Perkuat Sinergi, Polsek Metro Penjaringan Gelar Silaturahmi Sabuk Kamtibmas Bersama Ormas dan Potmas
Polsek Pademangan Gelar Jum’at Peduli dan Ngopi Kamtibmas Bersama Ojol, Perkuat Sinergi Jaga Wilayah
Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku Pencurian Pintu Gardu PLN di Tanjung Priok
Polsek Koja Gelar Jumat Peduli, Perkuat Sinergi dengan Ormas Jaga Kamtibmas
Polsek Koja Amankan 7 Orang Saat KRYD, Diduga Terlibat Judi di Tugu Utara
Polsek Cilincing Gelar Apel dan Patroli KRYD, Antisipasi Tawuran dan Gangguan Kamtibmas
Polres Metro Jakarta Utara Gelar Jumat Peduli di Kampung Muka, Bagikan 300 Paket Makanan
Wakapolres Jakut Cek Mess Brimob di Marunda, Soroti Ketersediaan Air Bersih

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 21:08 WIB

Rumah Sakit Otto Iskandardinata Dinilai Abaikan Keselamatan Pasien: Taman Terbengkalai dan Jalanan Mirip “Kubangan Kerbau”

Senin, 22 September 2025 - 12:58 WIB

Proyek Revitalisasi SMKN 2 Baleendah Menuai Sorotan, Begini Kata Kepsek

Senin, 25 Agustus 2025 - 12:08 WIB

Oknum Kepsek SMPN 1 Majalaya Diduga Jual-beli Kursi SPMB DiBandrol 2 Juta Rupiah

Selasa, 17 Juni 2025 - 10:04 WIB

Kepala Sekolah SMAN 1 Baleendah Alergi Terhadap Wartawan

Selasa, 3 Juni 2025 - 19:32 WIB

Anggaran Sapras 886 juta SMAN 1 Baleendah Patut Dipertanyakan, Sekolah Tampak Kusam

Kamis, 29 Mei 2025 - 08:07 WIB

Gelar UNRAS, LSM KOREK Minta Keadilan dan diterbitkan PBG Atas Nama Lelawati Di Resort Dago Pakar

Selasa, 18 Februari 2025 - 09:30 WIB

Terkait BOS Sapras dan Ekstrakurikuler Ini Penjelasan Kepsek SMAN 2 Majalaya

Selasa, 11 Februari 2025 - 09:48 WIB

Anggaran PPDB SMAN 1 Majalaya Capai 189 Juta Patut Dipertanyakan

Berita Terbaru