Kutacane – agaranews.com// Aroma durian memenuhi Lapangan Pemuda Aceh Tenggara, Kecamatan Babussalam, Minggu (26/7/2026). Puluhan petani dari berbagai kecamatan membawa durian terbaik mereka untuk bertarung dalam Kontes Durian Lokal Aceh Tenggara yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara.
Bukan sekadar adu kualitas buah, kontes ini menjadi panggung promosi durian lokal Aceh Tenggara agar semakin dikenal luas sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar bagi para petani.
Ratusan warga tampak memadati lokasi sejak pagi. Mereka antusias menyaksikan proses penilaian yang dilakukan terhadap setiap buah berdasarkan rasa, aroma, tekstur, ketebalan daging, warna, hingga bentuk durian.
Yang paling menyita perhatian, panitia menghadirkan dua pelaku usaha durian ternama asal Kota Medan, yakni Owner Ucok Durian Medan dan Owner Bolang Durian Medan. Kehadiran keduanya diharapkan menjadi pintu masuk bagi durian lokal Aceh Tenggara untuk menembus pasar yang lebih luas.
Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry mengatakan, pemerintah daerah sengaja mengundang pelaku usaha durian berskala besar agar kegiatan ini tidak berhenti sebatas perlombaan.
“Kontes ini bukan sekadar mencari durian terbaik, tetapi menjadi momentum memperkenalkan potensi durian Aceh Tenggara kepada para pelaku usaha. Harapan kami, Owner Ucok Durian Medan maupun Owner Bolang Durian Medan dapat menjalin kerja sama dengan petani lokal sehingga hasil panen masyarakat memiliki pasar yang lebih luas dan bernilai ekonomi tinggi,” kata Salim Fakhry.
Menurutnya, Aceh Tenggara memiliki potensi besar menjadi salah satu sentra durian unggulan di Pulau Sumatera. Potensi tersebut, kata dia, harus didukung dengan pembinaan petani serta pemasaran yang lebih luas agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Apresiasi juga datang dari Dandim 0108/Aceh Tenggara Letkol Czi Arya Murdyantoro, S.T. Menurutnya, langkah Pemkab Aceh Tenggara menghadirkan pelaku usaha dari luar daerah merupakan strategi yang tepat untuk mempertemukan petani dengan pasar.
“Potensi durian Aceh Tenggara sangat besar. Dengan hadirnya pelaku usaha dari luar daerah, kami berharap terbuka jaringan pemasaran yang berkelanjutan sehingga hasil kerja keras para petani dapat memberikan kesejahteraan yang lebih baik. Kodim siap mendukung setiap upaya yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Aznuddin Kurnia menilai kontes durian menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan kekayaan plasma nutfah durian Aceh kepada pasar yang lebih luas.
“Aceh Tenggara memiliki banyak varietas durian lokal dengan karakteristik yang sangat baik. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, para petani tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga mendapatkan mitra usaha yang mampu menyerap hasil panen secara berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, petani, dan pelaku usaha menjadi kunci pengembangan komoditas durian Aceh ke depan,” katanya.
Melalui kontes ini, Pemkab Aceh Tenggara berharap durian lokal tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.
Kehadiran Ucok Durian Medan dan Bolang Durian Medan pun diharapkan menjadi awal lahirnya kemitraan yang saling menguntungkan. Jika kerja sama itu terwujud, bukan tidak mungkin durian khas Bumi Sepakat Segenep akan semakin mudah ditemui di berbagai kota di Indonesia. Ady gegoyong























