Aceh Singkil, agaranews.com – Ketua Forum Mahasiswa Aceh Singkil (FORMAS), Ahmad Fadil Lauser Melayu, mendesak Dinas Sosial Kabupaten Aceh Singkil untuk segera bergerak cepat dan menanggapi secara serius kondisi warga terdampak banjir. Ia menyoroti lambannya respons dalam penanganan pengungsian di sejumlah titik yang hingga kini belum mendapatkan bantuan memadai.
Banjir yang melanda Aceh Singkil sejak 26 November 2025 mengakibatkan pemadaman listrik total, akses jalan yang banyak terputus, serta kekhawatiran keluarga di luar daerah terkait keselamatan warga. Meski air perlahan mulai surut, situasi di lapangan masih jauh dari kondusif dan membutuhkan perhatian serius.
Ahmad Fadil menilai Dinas Sosial selaku instansi yang memegang peranan utama dalam penanganan pengungsian belum menunjukkan kinerja maksimal. Bahkan, lembaga ini dinilai gagal memetakan kebutuhan dasar warga di lokasi terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Beberapa titik pengungsian yang masih minim perhatian antara lain Gedung BPBD Aceh Singkil, Gedung Bappeda, Gedung Statistik, dan Masjid Annur. Di Masjid Annur, bantuan yang turun sangat terbatas, berupa satu bungkus mie instan per orang, satu pop mie per kepala keluarga (KK), dua gelas air mineral, serta 2,5 ons beras per KK. Jumlah tersebut sangat tidak mencukupi kebutuhan dasar pengungsi dalam situasi darurat.
Ketua FORMAS itu juga menegaskan bahwa beberapa wilayah hingga saat ini belum tersentuh bantuan dapur umum maupun logistik yang memadai. Padahal, dapur umum merupakan standar minimal dalam situasi bencana guna memastikan distribusi makanan yang layak dan teratur. Ketiadaan dapur umum mengindikasikan lemahnya inisiatif, buruknya koordinasi, dan manajemen penanganan darurat yang tidak efektif oleh Dinas Sosial.
Tak hanya itu, banyak titik pengungsian lain yang sama sekali tidak mendapatkan pendataan, distribusi air minum, maupun kehadiran petugas. Ahmad Fadil mengkritik keras sikap Dinas Sosial yang dinilai baru bergerak apabila terjadi viral di media sosial, padahal mereka seharusnya memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk langsung bertindak berdasarkan kondisi riil di lapangan.
“Bencana seperti ini seharusnya menjadi ukuran kapasitas pemerintah daerah dalam melindungi masyarakatnya. Jika Dinas Sosial tidak mampu menjalankan fungsi dasar saat keadaan genting, maka kredibilitas dan efektivitas lembaga tersebut patut dipertanyakan,” tegasnya. Sabtu (29/11/2025)
Forum Mahasiswa Aceh Singkil berkomitmen untuk terus mengawal situasi ini dan siap menyampaikan laporan lengkap kepada Pemerintah Provinsi jika Dinas Sosial Aceh Singkil kembali menunjukkan kinerja yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
Tim Redaksi agaranews.com @lga


































