FMPK-AS: Larangan Kritik Bukti Pemerintahan Mulai Takut Pada Kebenaran

REDAKSI JAWA TENGAH

- Redaksi

Rabu, 10 Desember 2025 - 23:10 WIB

50420 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil, agaranews.com – Forum Mahasiswa Peduli Kebijakan Aceh Singkil (FMPK-AS) mengeluarkan pernyataan keras terkait dugaan larangan kritik yang berasal dari lingkaran Prokopim Setdakab Aceh Singkil. Organisasi mahasiswa ini menilai bahwa larangan tersebut bukan sekadar aturan internal, melainkan sinyal bahwa pejabat publik di daerah itu mulai alergi terhadap kenyataan.

 

Ketua FMPK-AS, M. Yunus, menegaskan bahwa pelarangan kritik adalah tanda arah kerja pemerintahan yang keliru:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Kalau pemerintah bekerja benar, mereka tidak perlu takut pada kritik. Orang yang alergi kritik biasanya menyadari ada sesuatu yang mereka tutupi,” Ucapnya Rabu (10/12/2025)

 

Menurut FMPK-AS, upaya menyensor berita bernada kritik dari kliping resmi pemerintah adalah tindakan usang, memalukan, dan bertentangan dengan semangat transparansi. M. Yunus menambahkan, di tahun 2025, masyarakat dapat mengakses berita di mana saja, sehingga menyensor kliping tidak akan menghilangkan masalah, justru memperparah situasi.

 

Organisasi ini juga menolak alasan “kesepakatan awal tahun” yang digunakan Kabag Prokopim untuk membenarkan tindakan tersebut, menilai itu sebagai ketidakpahaman terhadap prinsip kerja pers:

 

“Jangan menjadikan nama wartawan sebagai tameng untuk tindakan keliru. Media yang sehat tidak akan pernah mau terlibat dalam penguburan kritik,”

 

FMPK-AS menyoroti berbagai masalah yang sedang terjadi di Aceh Singkil saat ini, di antaranya:

 

– Banjir yang terus berulang

– Infrastruktur yang rusak parah

– Kelangkaan BBM

– Pelayanan publik yang amburadul

– Koordinasi pemerintah yang sering lambat

 

Dalam situasi tersebut, M. Yunus menegaskan bahwa kritik harus dibuka seluas-luasnya:

 

“Yang harus dibenahi itu kerja pemerintah, bukan suara rakyat. Jangan dibalik,”

 

Ia juga menilai bahwa membungkam kritik adalah cara mudah untuk membaca karakter kekuasaan:

 

“Ketika kritik disingkirkan, itu tanda ada pejabat yang mulai merasa dirinya raja kecil. Padahal jabatan itu amanah, bukan tameng untuk memoles citra,”

 

FMPK-AS menegaskan tidak akan tinggal diam, dan meminta Bupati Aceh Singkil turun tangan mengevaluasi pejabat yang menganggap kritik sebagai musuh. Di akhir pernyataan, M. Yunus mengingatkan bahwa kritik adalah bagian penting dari demokrasi dan kontrol publik:

 

“Selama Aceh Singkil masih punya rakyat yang peduli, jangan pernah bermimpi kritik bisa dibungkam. Aceh Singkil bukan daerah yang bisa dikelola dengan menutup mata lalu berharap masalah hilang sendiri.” Imbuhnya.

 

Tim Redaksi agaranews.com @lga

Berita Terkait

Laporan Resmi Diabaikan, FMPK-AS Tantang Kejati Aceh Buka Penanganan Kasus Genset Aceh Singkil
Formas Pertanyakan Penanganan Kasus PSR, Desak Kejati Aceh Turun Tangan
Puluhan Tahun Diduga Langgar Sempadan Sungai, PT Socfindo Dinilai Jadi Penyebab Banjir Aceh Singkil
FORMAS Nilai Mandeknya APBK 2026 Cerminkan Gagalnya Relasi Pemda–DPRK Aceh Singkil
Gotong Royong Bangun Harapan Pasca Banjir di Desa Gosong Telaga Barat
Drama Nasional yang Menggantikan Urgensi: Bencana Aceh Terlupakan di Tengah Perselisihan Politik
Formas Desak Bupati Aceh Singkil Copot Kabag Prokopim: “Ini Bukan Kesalahan Teknis, Ini Pembungkaman!”
FORMAS Soroti Krisis Air Bersih Aceh Singkil: Status Darurat Ditetapkan, Tapi Rakyat Masih Mengurus Diri Sendiri

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 00:01 WIB

Ikuti Munas PERSAJA 2026 via Zoom, Kejari Karo Siap Perkuat Integritas dan Penegakan Hukum Humanis

Kamis, 16 April 2026 - 23:53 WIB

Bupati Karo Hadiri Sosialisasi Penertiban Kawasan Hutan, Tegaskan Dukungan Terhadap Kebijakan Pemerintah Pusat

Kamis, 16 April 2026 - 23:13 WIB

KNPI Riau Diundang Kejaksaan Agung RI, Larshen Yunus : “Giat Audiensi, Koordinasi dan Silaturahmi”

Kamis, 16 April 2026 - 22:45 WIB

BAM DPR RI Serap Aspirasi Warga Riau, Irdam Kodam XIX/TT Hadir Dorong Solusi Konflik Agraria yang Adil dan Kondusif

Kamis, 16 April 2026 - 22:38 WIB

Pemkab Deli Serdang Sediakan Bus Antar-Jemput, Dukung Car Free Day Setiap Rabu

Kamis, 16 April 2026 - 22:28 WIB

Pemkab Karo Paparkan Usulan Infrastruktur Strategis kepada Pemerintah Pusat, Harap Percepat Pembangunan Daerah

Kamis, 16 April 2026 - 22:21 WIB

Anyaman Besi Jembatan Garuda Mulai Dibentuk, Gotong Royong TNI dan Warga Cerme Kian Solid

Kamis, 16 April 2026 - 22:14 WIB

Fungsi Kontrol Sosial Terhambat, Camat Benda Terkesan ‘Elergi’ Terhadap Kedatangan LSM dan Media

Berita Terbaru