FORMAS Soroti Krisis Air Bersih Aceh Singkil: Status Darurat Ditetapkan, Tapi Rakyat Masih Mengurus Diri Sendiri

REDAKSI JAWA TENGAH

- Redaksi

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:41 WIB

50406 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil, agaranews.com- Krisis air bersih yang melanda masyarakat di tengah banjir besar kembali memicu sorotan tajam terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Ketua Forum Mahasiswa Aceh Singkil (FORMAS), Ahmad Fadil Lauser Melayu, menilai bahwa meskipun pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat sejak akhir November, kondisi di lapangan menunjukkan warga masih harus memenuhi kebutuhan dasar mereka secara mandiri.

Banjir yang meluas di berbagai wilayah Aceh Singkil menyebabkan ribuan warga terdampak. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 2.591 jiwa (647 KK) terkena imbas, dengan sejumlah desa terisolasi akibat putusnya jalan dan jembatan. Situasi semakin memburuk karena adanya pemadaman listrik serta gangguan jaringan internet, sehingga warga kesulitan mengakses informasi dan bantuan.

Meski pemerintah mengklaim telah membuka posko bantuan, menerima donasi, dan menyalurkan logistik, FORMAS menilai langkah tersebut belum mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Status darurat sudah dipasang, tetapi rakyat masih harus bertahan dengan swadaya. Ini bukan salah cuaca, ini persoalan manajemen krisis yang rapuh,” tegas Ahmad Fadil selasa (2/12/2025)

Swadaya Pemuda Lebih Cepat dari Pemerintah

Salah satu bukti lemahnya respon pemerintah, kata Fadil, terlihat dari penyaluran 8.000 liter air bersih oleh pemuda Sidorejo ke Pulo Sarok dan Ujung Bawang. Seluruh proses mulai dari mobilisasi, BBM, hingga tenaga dikerjakan secara swadaya tanpa dukungan nyata dari pemerintah. Di dua lokasi tersebut, warga bahkan sempat berebut air karena sudah berhari-hari tidak mendapatkan suplai dari pihak terkait.

“Ketika rakyat turun tangan menyelesaikan masalah dasar seperti air minum, pemerintah seharusnya malu. Tugas negara itu melindungi rakyatnya, bukan membiarkan masyarakat saling berebut ember air,” ujarnya.

Bupati Turun ke Lapangan, Namun Distribusi Dinilai Tidak Merata

FORMAS juga menyoroti bahwa meskipun Bupati Aceh Singkil telah turun langsung meninjau lokasi banjir, distribusi bantuan masih belum menjangkau wilayah terdampak parah.

Jalur logistik yang terputus tidak diimbangi dengan solusi cepat seperti penambahan perahu evakuasi, pembukaan jalur alternatif, ataupun pengerahan personel untuk desa-desa yang terisolasi.

“Menetapkan status tidak cukup kalau kebutuhan dasar warga – air bersih – masih ditanggung pemuda desa dan donatur individu,” tambahnya.

FORMAS Desak Pemerintah Bertindak Cepat

FORMAS mendesak Pemkab Aceh Singkil untuk:

memperkuat distribusi air bersih ke seluruh titik terdampak,

membuka jalur darurat untuk mempercepat bantuan,

memastikan ketersediaan logistik yang memadai, serta

membuka data transparan terkait penerimaan dan penyaluran bantuan.

“Situasi hari ini bukan soal kurangnya bantuan dari rakyat. Yang kurang itu keberpihakan pemerintah kepada rakyatnya sendiri,” tutup Fadil.

Tim Redaksi agaranews.com@lga

Berita Terkait

Laporan Resmi Diabaikan, FMPK-AS Tantang Kejati Aceh Buka Penanganan Kasus Genset Aceh Singkil
Formas Pertanyakan Penanganan Kasus PSR, Desak Kejati Aceh Turun Tangan
Puluhan Tahun Diduga Langgar Sempadan Sungai, PT Socfindo Dinilai Jadi Penyebab Banjir Aceh Singkil
FORMAS Nilai Mandeknya APBK 2026 Cerminkan Gagalnya Relasi Pemda–DPRK Aceh Singkil
Gotong Royong Bangun Harapan Pasca Banjir di Desa Gosong Telaga Barat
Drama Nasional yang Menggantikan Urgensi: Bencana Aceh Terlupakan di Tengah Perselisihan Politik
FMPK-AS: Larangan Kritik Bukti Pemerintahan Mulai Takut Pada Kebenaran
Formas Desak Bupati Aceh Singkil Copot Kabag Prokopim: “Ini Bukan Kesalahan Teknis, Ini Pembungkaman!”

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:38 WIB

Polisi Respons Cepat Layanan 110, Mediasi Keributan Warga di Sunter Jaya Berakhir Damai

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:35 WIB

Polres Metro Jakut dan Forkopimko Gelar Tes Urine & Kesehatan Gratis bagi Sopir Bus di Terminal Tanjung Priok

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:28 WIB

Tebang Pilih di Kasus OTT Mojokerto: Mengapa Hanya Penerima yang Dijerat, Pemberi Melenggang?

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:22 WIB

Permudah Mobilitas para Petani, Dandim 0811 Tuban Tinjau Pembangunan Jembatan di Desa Tawaran Kenduruan

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:17 WIB

Polres Gresik Kawal Meriahnya Kontes Bandeng Kawak 2026, Polisi Sapa Warga di Bandar Grisse

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:03 WIB

Perkuat Kemanunggalan, Koramil 09/NL Bersama Forkopimcam dan PT Socfindo Bagikan Takjil di Bilah Hilir

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:49 WIB

Kodim 0213/Nias Bersama Yon TP 903/Baluseda Rampungkan Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Tetehosi Maziaya, Kecamatan Sitolu Ori

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:36 WIB

Kesadaran Perhatian dan Kebersamaan, Satgas Yonif 521/DY Anjangsana dan Berbagi Sembako kepada Warga Napua

Berita Terbaru