Kabut Asap Kembali Ganggu Warga Pekanbaru, PC PMII Desak Penanganan Terpadu dan Berkelanjutan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:43 WIB

5089 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekanbaru,7 Oktober 2026, AgaraNews . Com. — Kembalinya kabut asap dengan intensitas yang semakin terasa di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru menjadi alarm serius bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Persoalan kualitas udara tidak boleh dipandang sebatas fenomena musiman, sebab dampaknya menyentuh langsung aspek kesehatan masyarakat, pendidikan, aktivitas ekonomi, hingga kualitas hidup warga.

Pantauan kondisi udara pada Selasa (6/10/2026) menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Kota Pekanbaru sempat mencapai 298,7 µg/m³ pada pukul 06.00 WIB, yang masuk dalam kategori berbahaya. Kondisi tersebut kemudian mengalami penurunan, namun kualitas udara masih berada pada tingkat yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Situasi ini turut berdampak terhadap sektor pendidikan. Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP pada 6–7 Oktober 2026 sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan siswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris PC PMII Kota Pekanbaru, Gusti Pardamean Nasution, menilai memburuknya kualitas udara harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap tata kelola pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kebijakan PJJ dan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan memang penting sebagai langkah mitigasi. Namun, kebijakan tersebut tidak boleh berhenti pada penanganan dampak. Pemerintah juga harus memastikan sumber persoalan ditelusuri secara serius.

Masyarakat membutuhkan udara yang sehat, bukan sekadar imbauan ketika kabut asap sudah menyelimuti kota. Pemerintah harus bekerja dari hulu sampai hilir, mulai dari memastikan sumber asap, melakukan pencegahan, sampai memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Gusti Pardamean Nasution.

PC PMII Kota Pekanbaru juga menyoroti informasi BMKG yang menyebutkan bahwa kondisi asap di Riau tidak hanya dipengaruhi oleh titik panas yang berada di wilayah Riau. Asap dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi turut berkontribusi karena kondisi angin dominan dari arah tenggara membawa partikel asap menuju wilayah Riau.

BMKG juga mendeteksi sejumlah titik panas di wilayah Riau, termasuk di Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan kabut asap membutuhkan penanganan lintas wilayah dan koordinasi antar lembaga yang lebih kuat.

Gusti menegaskan, persoalan kabut asap harus ditempatkan sebagai persoalan publik yang membutuhkan kebijakan berbasis data, koordinasi kelembagaan, serta penegakan hukum yang konsisten apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Kita tidak ingin setiap tahun masyarakat kembali menghadapi persoalan yang sama, sementara penyelesaiannya hanya bersifat reaktif. Kalau ada aktivitas yang terbukti menjadi sumber pencemaran dan melanggar ketentuan, maka harus ada proses hukum yang transparan dan tegas,” tegasnya.

PC PMII Kota Pekanbaru juga mendorong pemerintah daerah bersama kepolisian, TNI, BPBD, DLHK, BMKG, serta instansi terkait untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap titik panas maupun potensi kebakaran lahan.

Selain itu, pemerintah dinilai perlu memastikan informasi mengenai kualitas udara dapat disampaikan secara terbuka, mudah diakses, dan diperbarui secara berkala. Informasi tersebut penting agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan diri berdasarkan kondisi aktual di lapangan.

Bagi PC PMII Kota Pekanbaru, keselamatan masyarakat harus menjadi orientasi utama dalam setiap kebijakan penanganan kabut asap. Kelompok rentan, khususnya anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan, harus memperoleh perlindungan yang memadai.

PMII Kota Pekanbaru berpandangan bahwa udara bersih bukan sekadar kebutuhan ekologis, tetapi merupakan bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dijamin negara.

Karena itu, PC PMII Kota Pekanbaru meminta pemerintah tidak menjadikan kabut asap sebagai persoalan yang hanya diselesaikan ketika situasi sudah memburuk. Pencegahan, pengawasan, transparansi informasi, penegakan hukum, serta pemulihan lingkungan harus berjalan secara berkelanjutan.

Jangan sampai masyarakat kembali menjadi pihak yang paling dirugikan dari persoalan yang berulang. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan yang terukur, berbasis data, dan berpihak pada keselamatan publik. Kabut asap hari ini harus menjadi bahan evaluasi serius, bukan sekadar berita yang berulang setiap tahun,” tutup Gusti Pardamean Nasution.(Lia Hambali)

Reporter : Gusti

Berita Terkait

Ketum PBB Lambok Sihombing Angkat Suara Soal Dugaan Penghinaan Tuhan Yesus di TikTok, Desak Polda Sumut Bertindak Profesional
Dalam Rangka HUT Sumpah Pemuda ke 98 Tahun 2026 DPD KNPI Energy of Harmoni Kota Tanjungbalai Gelar Kopdar dan Konsolidasi
Koramil 11/KP Menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026
Personil Koramil 08/RP menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026 Di Polres Labuhan Batu
Sinergi Lintas Sektoral, Kasdim 0209/LB Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026 Demi Keselamatan Warga
Perkuat Pertahanan dan Pembangunan Wilayah, Dandim 0209/Labuhanbatu Terima Penyerahan Lahan Seluas 50 Hektar untuk Pembangunan Yon TP di Labura
Personil Koramil 08/RP Bersama Warga Binaan Melaksanakan Syukuran Telah Selesai Dibangunnya Jembatan Garuda
Babinsa Jenar Turun Tangan Rehab Masjid An Nur, Utamakan Gotong Royong dan Keselamatan Kerja

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat Gagal Total di Aceh Tenggara, Alat Berat Rusak, Jalan Nasional Lumpuh, Rakyat Menjerit

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:19 WIB

Nasib Dewan Pengawas, Badan, dan Tenaga Profesional Baitul Mal Aceh Tenggara yang Enam Bulan Belum Dibayar Gajinya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Ada Apa dengan Janji Asesmen dan Evaluasi Lapas Kutacane, Buron yang Baru Ditangkap Malah Meninggal dan Komitmennya Dipertanyakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Banjir Susulan Rendam Desa Kuning I, Warga Aceh Tenggara Tagih Solusi Nyata Pemerintah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Puluhan Bakal Calon Pengulu di Aceh Tenggara Gugur Seleksi, Dua Puluh Tiga Tak Lolos Tes Baca Al-Qur’an

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Musda X Golkar Aceh Tenggara Akan Digelar 8 Oktober 2026, Panitia Matangkan Persiapan untuk Menjamin Tertibnya Forum Konsolidasi Partai

Senin, 21 September 2026 - 16:34 WIB

Banjir Susulan Terjang Desa Kuning I, Polsek Bambel Respon Cepat Amankan Jalur Nasional

Selasa, 15 September 2026 - 17:01 WIB

Puskesmas Deleng Pokhisen Jemput Bola ke Tualang Lama, Perkuat Kelas Ibu Balita Cegah Stunting

Berita Terbaru