Bersahaja Adalah Pilihan

AGARA NEWS

- Redaksi

Rabu, 27 Mei 2026 - 00:35 WIB

50143 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎‎Sekilas, pria dalam foto tampak biasa: kemeja bergaris dipinggang, lengan digulung, senyum tipis yang tenang, tangan menggenggam jemari putrinya dengan penuh hati-hati.

Tanpa nama, ia tampak seperti ayah pada umumnya—sedikit gugup, sedikit bangga, berdiri di samping anak yang baru lulus.
‎Tetapi dia bukan orang biasa.
‎Ia Sultan Hassanal Bolkiah, penguasa Brunei Darussalam, salah satu orang terkaya di dunia.

‎Menurut informasi, Istana tempatnya tinggal punya 1.788 kamar. Garasinya menampung ribuan mobil mewah. Emas, berlian, dan kekuasaan ada dalam genggamannya.
‎Namun pada hari itu, ia memilih menjadi ayah.

‎Tak ada jubah kebesaran. Tak ada barisan pengawal. Tak ada kemegahan yang memisahkannya dari orang tua lain di ruangan itu. Hanya kemeja sederhana, jam tangan fungsional, dan genggaman lembut pada lengan Putri Ameerah Wardatul Bolkiah.

‎Toga dan selempang putrinya tampak lebih mewah daripada pakaiannya sendiri—dan itu memang disengaja. Karena hari itu bukan tentang Sultan; hari itu tentang seorang anak yang menutup satu babak dan seorang ayah yang ingin hadir sepenuhnya.

‎Inilah paradoks paling jujur tentang kekayaan: ketika kamu punya segalanya, kamu sadar bahwa yang paling berharga tak bisa dibeli. Kebanggaan melihat anak tumbuh. Kehangatan berdiri dekat tanpa jarak. Momen-momen yang tak butuh tahta untuk terasa agung.

‎Jika ada kesedihan di wajahnya, itu bukan duka melainkan pengingat: waktu terus berjalan. Putrinya telah dewasa dan akan melangkah ke dunia sendiri. Segala istana di Brunei tak mampu menahan detik itu.

‎Kita sering mengira kemewahan adalah soal menambah—mobil lebih banyak, gelar lebih panjang, sorotan lebih terang. Foto ini membalik logika itu. Bersahaja bukan karena tak mampu; bersahaja adalah tanda bahwa kamu telah melewati titik perlu pembuktian.

‎Dari hari wisuda itu, Sultan mengajarkan satu hal sederhana: martabat seorang pemimpin tampak ketika ia rela menanggalkan atributnya untuk menjadi manusia biasa—seorang ayah.

‎Kekayaan sejati bukanlah apa yang dipamerkan. Melainkan apa yang berani kamu lepaskan demi hal yang benar-benar penting.
‎Hari itu, yang paling penting adalah senyum putrinya.

Berita Terkait

Ketua Umum YPGL Hadiri Munas VI BP PTSI di Jakarta, Perkuat Komitmen Memajukan Pendidikan Tinggi Swasta
GP Al Washliyah DKI Jakarta Dukung Komitmen Presiden Prabowo Wujudkan Indonesia Bebas Korupsi
AHY dan Ibas Dinilai Taat Aturan, Pengamat: Stop Tuduhan Tak Berdasar
PMAKI Gelar Bimbingan Teknis Pencegahan Korupsi, KPK dan Komisi II DPR RI Tekankan Penguatan Integritas Pendidikan serta Kepemimpinan Berintegritas
Apresiasi Dasco: Komunikasi Politik yang Sejuk Perkuat Demokrasi dan Ekonomi Nasional
CIC Soroti Dugaan Korupsi Dana Kantor Rp1,1 Miliar di Dinas BMBK Lampung Tengah
HIMLAB RAYA Jakarta: Narasi “Bungkam Demokrasi Desa Di Labusel” Perlu Dikaji Secara Objektif dan Berdasarkan Fakta
Kaitkan Zulhas Soal Polemik BGN adalah Salah Kamar dan Menyesatkan Publik

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:34 WIB

Dugaan Penggelapan Dana BUMK Desa Gosong Telaga Barat Sorot Masyarakat, Kejaksaan Diminta Usut Tuntas

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:26 WIB

MAA Aceh Singkil Dukung Pembentukan Dapil Mandiri Singkil-Subulussalam untuk Pemilu 2029

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:22 WIB

Karya Rahmawan Cibro Berlisensi HKI Resmi Diserahkan ke Dinas Perpustakaan Aceh Singkil

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:17 WIB

Usulan Penggabungan Dapil Aceh Singkil-Subulussalam Sah Secara Normatif, Namun Tergantung Kajian Data

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:51 WIB

Pemkab Aceh Singkil Tegaskan Penerimaan Murid Baru 2026 Wajib Berbasis Zonasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:22 WIB

Motor Baru 11 Bulan Digondol Maling dari Halaman Rumah di Dusun Tran Nelayan, Warga Keluhkan Lambatnya Respons Polisi

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:17 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Aceh Singkil Tekankan Pentingnya Persatuan dan Toleransi

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:02 WIB

Seluruh SKPK Aceh Singkil Tuntaskan Penatausahaan APBK 2026, Siap Cetak DPA

Berita Terbaru