Jembatan Garuda Simalem : Dari Sekat Sungai Jadi Jalan Harapan, 1.200 Warga Mardingding Bisa Tersenyum Lagi

LIA HAMBALI

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:03 WIB

5051 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Karo – Sabtu, 4 Juli 2026, AgaraNews. Com // Ada senyum baru di wajah warga Kecamatan Mardingding, Tanah Karo Simalem. Senyum yang dulu sering tertahan tiap kali hujan turun dan sungai meluap.

Senyum itu resmi lahir Rabu siang, 1 Juli 2026 pukul 12.30 WIB. Di hari itu, ” Jembatan Garuda ” atau “Jembatan Beton Tahap V Titik 3” Desa Bukit Makmur dinyatakan rampung 100%. Gunting pita dipotong, anak-anak berlarian pertama kali di atas beton baru, dan warga tua mengusap dada, “Akhirnya…”Jembatan sepanjang 6 meter x lebar 4 meter ini mungkin terlihat sederhana di atas kertas. Tapi bagi sekitar “1.200 jiwa ” di Desa Bukit Makmur dan Desa Lau Madin, ini bukan sekadar bangunan. Ini urat nadi kehidupan baru. Ini jawaban dari penantian panjang.

Dulu Sungai Adalah Tembok, Sekarang Jadi Pemandangan

Tanya warga Bukit Makmur soal “sungai”, jawabannya pasti panjang.

“Dulu kalau hujan, anak saya nggak berani ke sekolah. Pernah motor saya jatuh pas nyebrang, sayur busuk semua di jalan,” cerita Boru Ginting, 42, petani di Bukit Makmur.

Kisah itu bukan milik satu orang. Sungai yang memisahkan Bukit Makmur dan Lau Madin selama ini jadi tembok tak kasat mata :

1. Pendidikan terhambat : Anak SD-SMP sering telat atau absen saat musim hujan. Jalan memutar jauh, rawan longsor.

2. Ekonomi tersendat : Petani cabai, sayur, dan jeruk Karo harus nahan panen. Ongkos angkut naik karena harus muter. Margin keuntungan petani kepotong.

3. Layanan kesehatan jauh : Lansia dan ibu hamil urungkan ke Puskesmas Lau Madin kalau air sungai naik.Hari ini, tembok itu runtuh. Diganti beton kokoh bernama Jembatan Garuda. Sekarang jarak dekat, aman, nyaman. Anak sekolah berangkat dengan sepatu kering. Petani angkut hasil panen tanpa drama. Ibu-ibu ke pasar nggak perlu lagi titip barang ke tetangga seberang sungai.

Pembangunan Jembatan Garuda bukan proyek iseng. Ini bagian dari komitmen besar Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan infrastruktur tingkat desa.

Filosofinya sederhana, Indonesia Maju itu bukan dimulai dari gedung pencakar langit di Jakarta. Indonesia Maju dimulai dari desa yang anaknya bisa sekolah tanpa takut banjir, dan petani yang panennya sampai ke pasar tanpa busuk di jalan.

Jembatan 6 meter ini adalah bukti nyata pemerataan kesejahteraan. Kecil di mata, besar dampaknya.

Kokohnya Jembatan Garuda tidak jatuh dari langit. Di balik setiap adukan semen ada cerita ketulusan dan gotong royong yang bikin haru.

1. Babinsa : Motor Penggerak di Lapangan. Serka Hartono Pinim, Bintara Pembina Desa dari Koramil 09/Laubaleng Kodim 0205/TK, jadi “jantung” proyek. Beliau yang paling awal datang saat matahari belum tinggi, paling akhir pulang saat lampu desa sudah nyala. Ngukur, ngaduk semen, menyemangati warga. “Babinsa kami bukan cuma jaga keamanan, tapi jaga mimpi kami juga,” kata Pak Kades Bukit Makmur.

2. Yon TP 904 : Tenaga dan Disiplin Tempur untuk Membangun Desa

1 Peleton Personel Yon TP 904/Gara Mata Brigif 37/HS dikerahkan. Disiplin militer mereka pindah ke disiplin kerja. Pasang bekisting rapi, cor beton tepat waktu, jaga kualitas. Warga bilang, “Kerjanya cepat, rapi, dan nggak banyak menuntut.”

3. Warga : Pemilik Asli Jembatan Ini

Yang paling luar biasa, semangat warga. Bapak-bapak bahu-membahu angkut material dari ujung desa. Ibu-ibu masak nasi, sayur, kopi untuk tim. Anak muda ronda malam jaga material. Kompaknya luar biasa. Karena mereka sadar, ini jembatan untuk anak cucu mereka sendiri.

Aksi nyata ini tidak jalan tanpa arah. Danramil 09/Laubaleng Kapten Inf Judika Naibaho turun langsung ke lapangan, memantau dari gali pondasi sampai pengecoran terakhir. Semua atas instruksi, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan yang menekankan, “Bangun jembatan, tapi yang utama bangun kepercayaan rakyat.” Tiga bulan ke depan, dampak Jembatan Garuda akan terasa :

1. Waktu tempuh dipangkas 40 menit untuk warga Lau Madin yang mau ke Bukit Makmur.

2. Biaya angkut panen turun 30% karena truk kecil bisa langsung masuk.

3. Angka kehadiran sekolah naik karena anak tidak lagi “libur karena banjir”.

4. Akses kesehatan 24 jam terbuka. Ambulans desa kini bisa melintas kapan saja.

Ini bukan angka di atas kertas. Ini waktu, uang, dan nyawa yang terselamatkan.

Sungai di Bukit Makmur masih mengalir seperti dulu. Tapi fungsinya sudah berubah. Dari pemisah, kini jadi pemandangan indah yang dilihat dari atas Jembatan Garuda.

Jembatan ini berdiri sebagai simbol, kalau TNI dan rakyat satu barisan, tidak ada kata “mustahil”. Tidak ada lagi sekat yang menghalangi mimpi warga Mardingding.

Untuk Serka Hartono Pinim, prajurit Yon TP 904, dan seluruh warga Bukit Makmur – Lau Madin,  terimakasih. Kalian sudah menuliskan cerita “TNI Manunggal Membangun Desa” dengan keringat dan tawa.

Kini giliran kami, 1.200 warga, yang menjaga jembatan ini. Karena merawatnya sama pentingnya dengan membangunnya.(Lia Hambali)

Sumber : Pendim 0205/TK

Berita Terkait

Bersama Kuasa Hukum, Ibu Bupati Gowa Laporkan Saksi Hak Angket DPRD Gowa
Babinsa Koramil 05/Payung Gelar Patroli Kolaborasi Sisir Objek Vital, Dialog di Warung Kopi Himbau Warga Waspada Kejahatan & Bencana
Demo BEM UI di Hari HUT Bhayangkara Menuai Sorotan Publik
Polres Simalungun Gelar Pengamanan Ketat, Ratusan Peserta Meriahkan Run Fun Parapat 2026 Bank Sumut
Yonif TP 951/Pandeka Marapi Gotong royong Bersama Warga Bersihkan Lingkungan di Nagari Simawang
Babinsa Simo Sambangi Pencari Rumput, Bangun Kedekatan dengan Warga
Polsek Sunda Kelapa Tingkatkan Pelayanan dan Pengamanan Wisatawan di Dermaga Kali Adem Menuju Kepulauan Seribu
3 Hari Hanyut Di Sungai Ular, Jasad Remaja 15 Tahun Ditemukan Tidak Bernyawa

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:58 WIB

Bersama Kuasa Hukum, Ibu Bupati Gowa Laporkan Saksi Hak Angket DPRD Gowa

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:43 WIB

Babinsa Koramil 05/Payung Gelar Patroli Kolaborasi Sisir Objek Vital, Dialog di Warung Kopi Himbau Warga Waspada Kejahatan & Bencana

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:20 WIB

Demo BEM UI di Hari HUT Bhayangkara Menuai Sorotan Publik

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:15 WIB

Polres Simalungun Gelar Pengamanan Ketat, Ratusan Peserta Meriahkan Run Fun Parapat 2026 Bank Sumut

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:11 WIB

Yonif TP 951/Pandeka Marapi Gotong royong Bersama Warga Bersihkan Lingkungan di Nagari Simawang

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:02 WIB

Polsek Sunda Kelapa Tingkatkan Pelayanan dan Pengamanan Wisatawan di Dermaga Kali Adem Menuju Kepulauan Seribu

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:44 WIB

3 Hari Hanyut Di Sungai Ular, Jasad Remaja 15 Tahun Ditemukan Tidak Bernyawa

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:38 WIB

Bantah Terlibat PETI, Kades Singengu Julu Klaim Tim Terpadu Pemprov Sumut Dukung Reklamasi

Berita Terbaru

HEADLINE

Demo BEM UI di Hari HUT Bhayangkara Menuai Sorotan Publik

Minggu, 5 Jul 2026 - 22:20 WIB