Aceh Singkil agaranews,com – Forum Mahasiswa Aceh Singkil (FORMAS) melancarkan kritik pedas terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Singkil, mendesak mereka untuk segera bertindak cepat dan efektif dalam mengatasi krisis yang disebabkan oleh banjir besar. Ratusan warga kini terancam kelaparan akibat jembatan dan akses jalan yang putus. Ketua FORMAS, Ahmad Fadil Lauser Melayu, menyampaikan desakan ini dengan nada geram, menuntut solusi konkret untuk menyelamatkan warga yang terisolasi.
Menurut laporan di lapangan, sejumlah akses penghubung antardesa tidak dapat dilalui, menyebabkan warga terisolasi dan kesulitan mendapatkan bantuan. Listrik padam, persediaan makanan menipis, dan bantuan belum menjangkau wilayah-wilayah yang paling terdampak.
Ahmad Fadil Lauser Melayu menekankan bahwa PUPR Aceh Singkil tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa. Masalah jembatan dan akses yang putus bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi sudah menjadi krisis kemanusiaan. Terputusnya jalan menghambat distribusi bantuan, menyebabkan warga di beberapa lokasi mulai kelaparan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
FORMAS menyoroti kondisi pengungsi di Gedung BPBD, Bappeda, Gedung Statistik, dan Masjid Annur yang hanya mendapatkan bantuan minim. Banyak warga di luar lokasi pengungsian juga tidak tersentuh bantuan karena akses yang tidak memungkinkan.
FORMAS mendesak PUPR untuk segera membuka akses darurat, baik dengan membuat jembatan sementara, jalur alternatif, maupun pengalihan rute bagi kendaraan pembawa bantuan. Penundaan tindakan hanya akan memperburuk kondisi warga yang kelaparan.
Ahmad Fadil Lauser Melayu juga meminta Bupati Aceh Singkil untuk turun tangan langsung memerintahkan PUPR agar fokus pada tindakan di lapangan dan bukan hanya pada administrasi. FORMAS menekankan bahwa bencana sebesar ini membutuhkan tindakan cepat dan tepat, bukan hanya laporan di meja.
“Jika akses jalan tetap dibiarkan terputus tanpa tindakan alternatif, maka pemerintah sedang membiarkan rakyatnya bertahan sendiri di tengah bencana,” tegas Ahmad Fadil Lauser Melayu sabtu (29/11/2025). PUPR harus segera membentuk tim lapangan, memetakan titik kritis, dan memastikan akses bantuan kemanusiaan terbuka secepatnya.
Tim Redaksi agaranews.com @lga


































