Sungai Ladang Bisik Dipenuhi Bangkai Ikan, Warga Tuduh Limbah PT Nafasindo Jadi Penyebab

ABDIANSYAH,SST

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025 - 21:28 WIB

50441 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil – Warga Desa Ladang Bisik, Kabupaten Aceh Singkil, dikejutkan pemandangan tidak biasa pada Sabtu (6/9/2025) pagi. Sungai yang selama ini menjadi sumber air dan penghidupan mendadak dipenuhi bangkai ikan dari berbagai jenis. Ribuan ikan terapung di permukaan air, sebagian mulai membusuk, setelah diduga terkena limbah pabrik kelapa sawit PT Nafasindo yang bocor dini hari.

Kepala Desa Ladang Bisik, Kasih Angkat, mengatakan kebocoran limbah terjadi akibat jebolnya salah satu kolam penampungan milik perusahaan.

“Kolam 9 pabrik PT Nafasindo jebol, limbahnya langsung mengalir ke sungai. Sejak pagi kami melihat ribuan ikan mati dan membusuk. Ini bencana bagi warga,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar cepat menyebar melalui grup WhatsApp warga sekitar pukul 05.00 WIB. Sejumlah perangkat desa bersama masyarakat segera menuju lokasi untuk memastikan kebenaran informasi. Pemandangan ikan-ikan mati terbawa arus sungai menjadi bukti nyata adanya pencemaran.

Bocornya limbah tidak hanya menghantam Desa Ladang Bisik. Arus sungai membawa bangkai ikan hingga ke Desa Pea Jambu, Desa Sri Kayu, dan Desa Mura Pea. Warga di sepanjang aliran sungai menyaksikan langsung dampak kerusakan ekosistem yang masif.

Bagi masyarakat, sungai ini bukan sekadar jalur air. Ia menjadi sumber kehidupan—mulai dari penyedia ikan untuk konsumsi, air untuk irigasi pertanian, hingga kebutuhan sehari-hari. Pencemaran ini menimbulkan kekhawatiran besar karena air sungai terancam tidak lagi aman dipakai.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Singkil langsung turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Plt Kepala Bidang Pengelolaan Sampah B3 dan Pengendalian Pencemaran DLHK, Sapran, membenarkan adanya kebocoran limbah.

“Kami sudah ambil sampel air dan pihak perusahaan mengakui adanya kebocoran. Penanganan darurat sedang dilakukan,” kata Sapran.

Sampel tersebut akan diteliti lebih lanjut untuk mengetahui tingkat pencemaran dan kandungan zat berbahaya yang masuk ke perairan.

Para ahli lingkungan mengingatkan, kerusakan biotik akibat limbah bisa menimbulkan rantai masalah. Ikan yang mati merupakan sumber protein utama masyarakat, sekaligus indikator kesehatan ekosistem sungai. Jika pencemaran tidak segera ditangani, air bisa mengandung racun yang berbahaya bagi kesehatan, memicu penyakit kulit, bahkan merusak produktivitas pertanian yang bergantung pada irigasi sungai.

Aktivis lingkungan menyerukan agar pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga memastikan adanya sanksi bagi perusahaan.

“Kebocoran limbah bukan sekadar kecelakaan teknis. Ini persoalan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan. Pemerintah harus menindak agar kejadian ini tidak terulang,” ujar seorang pegiat lingkungan dari LSM Suara Putra Aceh.

Kasus Sungai Ladang Bisik menjadi peringatan keras bagi seluruh industri pengolahan kelapa sawit di Aceh Singkil. Pengawasan terhadap pengelolaan limbah mutlak diperketat. Sungai bukan tempat sampah, melainkan nadi kehidupan yang harus dijaga demi keberlangsungan generasi mendatang. @nton tin.

Berita Terkait

Laporan Resmi Diabaikan, FMPK-AS Tantang Kejati Aceh Buka Penanganan Kasus Genset Aceh Singkil
Formas Pertanyakan Penanganan Kasus PSR, Desak Kejati Aceh Turun Tangan
Puluhan Tahun Diduga Langgar Sempadan Sungai, PT Socfindo Dinilai Jadi Penyebab Banjir Aceh Singkil
FORMAS Nilai Mandeknya APBK 2026 Cerminkan Gagalnya Relasi Pemda–DPRK Aceh Singkil
Gotong Royong Bangun Harapan Pasca Banjir di Desa Gosong Telaga Barat
Drama Nasional yang Menggantikan Urgensi: Bencana Aceh Terlupakan di Tengah Perselisihan Politik
FMPK-AS: Larangan Kritik Bukti Pemerintahan Mulai Takut Pada Kebenaran
Formas Desak Bupati Aceh Singkil Copot Kabag Prokopim: “Ini Bukan Kesalahan Teknis, Ini Pembungkaman!”

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 19:56 WIB

Gempur Narkoba di Jantung Pekanbaru: Satgas Terpadu Riau Bergerak, Pangdam Tegaskan Perang Tanpa Ampun

Sabtu, 25 April 2026 - 19:50 WIB

Kodam XIX/TT Dukung Penuh Penanganan dan Pencegahan Karhutla di Provinsi Riau

Sabtu, 25 April 2026 - 14:17 WIB

Babinsa Tadu Raya Perkokoh Kemanunggalan TNI dengan Masyarakat di Desa Cot Mee

Sabtu, 25 April 2026 - 14:14 WIB

Babinsa jalin komsos dengan masyarakat desa binaan

Sabtu, 25 April 2026 - 14:12 WIB

Dua Pemuda di Aceh Tenggara Dibekuk, Tsk dan Barang Bukti Diamankan Sat Resnarkoba Polres Agara

Sabtu, 25 April 2026 - 14:09 WIB

Babinsa Koramil 03 Senagan Timur komsos dengan warga desa binaan

Sabtu, 25 April 2026 - 13:32 WIB

Gerak Cepat Satresnarkoba Polres Agara, Kasus Ganja 203 Gram Terungkap dalam Hitungan Jam

Sabtu, 25 April 2026 - 12:57 WIB

Anggota DPR dari Fraksi Golkar Apresiasi Respons Cepat PT Socfindo Perbaiki Jalan Rusak

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Babinsa jalin komsos dengan masyarakat desa binaan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 14:14 WIB