Aceh Singkil, agaranews.com – Dalam suasana hangat penuh kebanggaan budaya, Putra Aceh Singkil, Tgku Tarmidi Asingkilli, menggelar pertemuan istimewa dengan Sang Raja Dangdut Indonesia, H. Rhoma Irama, pada Rabu (12/11/2025). Momen bersejarah ini menjadi perpaduan indah antara dakwah, budaya, dan persaudaraan lintas daerah yang menyatukan hati dan visi dalam menjaga kerukunan dan nilai luhur bangsa.

Pada kesempatan ini, Tgku Tarmidi memakaikan syal bermotif adat khas Singkil — Motif Lae Sukhaya dan Pucuk Rebung — kepada Rhoma Irama dengan khidmat, sebagai simbol penghormatan dan jalinan persaudaraan budaya yang erat antara masyarakat Aceh Singkil dengan sang legenda musik sekaligus ikon dakwah nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Syal ini bukan sekadar hiasan, melainkan lambang persahabatan dan penghormatan atas dedikasi beliau dalam dakwah dan pelestarian budaya Indonesia,” ungkap Tgku Tarmidi usai prosesi tersebut.
Amanah Berharga dari Raja Dangdut: Memimpin MPC Fahmi Tamami Aceh Singkil
Di tengah pertemuan bersejarah itu, H. Rhoma Irama secara resmi menunjuk Tgku Tarmidi Asingkilli sebagai Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Musholla Indonesia (Fahmi Tamami) Kabupaten Aceh Singkil. Penunjukan ini menegaskan kepercayaan besar Fahmi Tamami Pusat terhadap Tgku Tarmidi dalam memimpin dan memperkuat silaturahmi umat Islam di wilayah tersebut.
“Fahmi Tamami berperan penting dalam mencegah berkembangnya gerakan radikal agar terwujud ukhuwah Islamiyah yang kokoh. Semoga Aceh Singkil segera memiliki forum Fahmi Tamami yang aktif dan solid,” kata H. Rhoma Irama penuh harapan.

Menanggapi amanah tersebut, Tgku Tarmidi menyampaikan rasa syukur mendalam sekaligus tekad kuat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh dedikasi.
“Amanah ini saya terima dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Kami berkomitmen mencegah radikalisme dan menjadi jembatan pelestarian budaya lokal Aceh Singkil,” tegasnya.
Memperkuat Ukhuwah dan Melestarikan Budaya Aceh Singkil
Penunjukan Tgku Tarmidi dipandang sebagai tonggak penting dalam mempererat jaringan silaturahmi umat Islam di Aceh sekaligus membuka peluang kolaborasi kreatif antar tokoh agama, pegiat budaya, dan komunitas masjid.
Melalui wadah Fahmi Tamami, diharapkan sinergi positif antara berbagai elemen masyarakat dapat terwujud, sehingga Aceh Singkil tidak hanya dikenal lewat kekayaan adat yang lestari, tetapi juga sebagai pusat moderasi beragama dan lintas budaya di Indonesia.
“Fahmi Tamami harus menjadi ruang pemersatu bangsa sekaligus wadah ekspresi budaya yang membawa pesan damai dan toleransi,” tutup Tgku Tarmidi.
Dengan semangat persatuan dan budaya yang kuat, pertemuan ini membuka babak baru berharga bagi Aceh Singkil dalam menapaki masa depan yang harmonis dan penuh harapan.
Tim Redaksi agaranews.com @lga


































