ACEH SINGKIL agaranews.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Singkil menggelar pembekalan bagi peserta Lomba Video Konten Literasi tingkat kabupaten sebagai upaya meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi informasi secara positif. Kegiatan yang berlangsung di Ketapang Indah, Kecamatan Singkil Utara, pada Rabu (12/8/2026) tersebut diikuti oleh 50 peserta berusia 17 hingga 35 tahun.
Pembekalan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Singkil, Suyatno, serta menghadirkan narasumber dari kalangan jurnalis profesional, yakni Roni Rahendra, Rofi Rahendra, dan Nazaruddin. Kehadiran praktisi media ini bertujuan memberikan wawasan teknis sekaligus pemahaman etika produksi konten di era digital.
Dalam arahannya, Suyatno mendorong peserta untuk menggunakan teknologi informasi secara bijak. Ia mengingatkan bahwa dampak teknologi sangat bergantung pada niat dan cara penggunaannya.
“Mari kita gunakan teknologi informasi untuk kebaikan maka akan mendatangkan kemaslahatan. Sebaliknya, apabila digunakan ke arah yang tidak baik maka akan mendatangkan kehancuran,” ujar Suyatno saat membuka kegiatan.
Ia menegaskan bahwa konten—baik berupa video, tulisan, maupun seni peran—pada hakikatnya adalah informasi. Oleh karena itu, kepastian dan kebenaran data menjadi syarat mutlak agar konten yang dihasilkan tidak menyesatkan, provokatif, atau mengandung hoaks. Pembekalan ini diharapkan membekali peserta dengan teknik pembuatan video literasi yang baik, benar, dan bertanggung jawab.
Suyatno juga menekankan pentingnya literasi bagi generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi. Menurutnya, literasi di era digital tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, mengolah informasi, serta berpikir kritis terhadap berbagai persoalan kehidupan sehari-hari.
“Tujuannya untuk membuat orang tidak mudah percaya pada berita bohong atau hoaks, membantu mengambil keputusan yang tepat, serta menambah wawasan dan pengetahuan,” jelasnya.
Dengan bekal literasi yang kuat, para peserta lomba diharapkan mampu menghasilkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memiliki substansi edukatif yang bermanfaat bagi masyarakat Aceh Singkil.
Kepala Dinas mengapresiasi antusiasme peserta dan meminta mereka mengikuti pembekalan dengan serius agar ilmu dari para narasumber dapat diterapkan secara maksimal. Ia berpesan agar calon konten kreator muda menjauhkan ego pribadi dan fokus pada kualitas karya.
“Kalau jadi konten kreator, jauhkan gengsi, tekuni pekerjaan yang kita lakukan, konsisten dan percaya diri. Kita harapkan ilmu yang didapatkan dapat dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Suyatno dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim. Melalui lomba ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Singkil berharap dapat melahirkan ekosistem konten kreator muda yang kompeten, berintegritas, dan mampu menyebarkan pesan-pesan literasi yang positif di tengah masyarakat. (Redaksi)
























