Rektor INSTIPER Soroti Pentingnya Peran Akademisi dalam Evaluasi Kebijakan Pembangunan

LIA HAMBALI

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:23 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta, AgaraNews. Com – Perguruan tinggi didorong mengambil peran lebih besar dalam mengawal pelaksanaan program prioritas nasional. Tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan penelitian, kampus juga harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan kebijakan pembangunan berjalan tepat sasaran, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Rektor Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., IPU, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Evaluasi Implementasi dan Penguatan Program Prioritas Nasional di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta”, Kamis (29/10/2026), di Aula Perpustakaan INSTIPER Yogyakarta.

Menurut Harsawardana, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan melalui kontribusi pemikiran, kajian akademik, serta rekomendasi berbasis keilmuan. Peran tersebut penting agar kebijakan pemerintah tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan, implementasi program prioritas nasional perlu mempertimbangkan potensi daerah, kondisi sosial masyarakat, serta daya dukung lingkungan. Dengan demikian, pelaksanaan kebijakan dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan tidak mengabaikan aspek keberlanjutan.

“Program pembangunan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak hanya berorientasi pada pencapaian target fisik maupun administratif,” demikian pokok penekanan Harsawardana dalam sambutannya.

Ia juga menilai keterlibatan akademisi dan mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan serta evaluasi program pemerintah. Melalui kajian ilmiah dan penelitian, perguruan tinggi dapat memberikan perspektif objektif sekaligus menyampaikan rekomendasi perbaikan terhadap kebijakan yang sedang dijalankan.

Lebih lanjut, Harsawardana menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan berbagai sektor lainnya agar program prioritas nasional dapat berjalan secara efektif dan memberikan dampak yang berkelanjutan.

Kegiatan FGD yang diselenggarakan Human Studies Institute (HSI) tersebut membahas evaluasi dan penguatan sejumlah program prioritas nasional di DIY, meliputi Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), serta Reforma Agraria.

Forum tersebut menghadirkan unsur pemerintah daerah, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan lainnya untuk membahas capaian, tantangan, serta peluang perbaikan pelaksanaan program di tingkat daerah.

Pandangan Rektor INSTIPER tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu mengambil posisi lebih aktif dalam proses pembangunan. Kampus tidak cukup hanya menghasilkan gagasan di ruang akademik, tetapi juga perlu menghadirkan hasil kajian yang dapat menjadi rujukan dalam perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan publik.(Lia Hambali)

Reporter : Rosid

Berita Terkait

Perkuat Sinergi dan Pengawasan, Kajari Karo Edmond Novvery Purba Ikuti Rakornas Komisi Kejaksaan RI Secara Virtual
Kajari Karo Edmond Novvery Purba Ikuti FGD Optimalisasi Penyidikan Tipikor Berkualitas
Bupati Karo Sampaikan Nota Penjelasan Atas 4 (Empat) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Rapat Paripurna
Oplah Rawa Sumpang Mango, Aju Bissue hingga Otting Disorot, Petani Keluhkan Batu dan Sampah Bekas Galian
Yurnaidi : Apresiasi atas Responsif Kepala Kesbangpol Linmas Sumut Menerima Administrasi Keberadaan Organisasi DPW SATU BETOR
Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda, Aktivis 98 dan Mahasiswa Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Matraman
Kuasa Hukum Sahrodah Soroti Kejanggalan Lelang Tanah 481 M2 di Cilegon, Nilai Kerugian Capai Rp900 Juta
Kapolres Subang Hadiri Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Perkuat Sinergi dan Pengawasan, Kajari Karo Edmond Novvery Purba Ikuti Rakornas Komisi Kejaksaan RI Secara Virtual

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:05 WIB

Kajari Karo Edmond Novvery Purba Ikuti FGD Optimalisasi Penyidikan Tipikor Berkualitas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Bupati Karo Sampaikan Nota Penjelasan Atas 4 (Empat) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Rapat Paripurna

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Oplah Rawa Sumpang Mango, Aju Bissue hingga Otting Disorot, Petani Keluhkan Batu dan Sampah Bekas Galian

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Yurnaidi : Apresiasi atas Responsif Kepala Kesbangpol Linmas Sumut Menerima Administrasi Keberadaan Organisasi DPW SATU BETOR

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Kuasa Hukum Sahrodah Soroti Kejanggalan Lelang Tanah 481 M2 di Cilegon, Nilai Kerugian Capai Rp900 Juta

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Kapolres Subang Hadiri Deklarasi Damai Pilkades Serentak 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:50 WIB

34 Peserta Aksi Sumpah Pemuda di Malioboro Dibebaskan, 2 Orang Masih Dalam Pencarian

Berita Terbaru