Jakarta, AgaraNews.com // Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, kelompok IKA 98, GERAK 98, dan 98 Garis Lucu menggelar evaluasi terbuka terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kamis (30/10/2026) di Jakarta.
Dalam siaran pers bersama, mereka menyatakan evaluasi dilakukan berbasis data dengan fokus pada 7 isu strategis: APBN, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, pendidikan, demokrasi, ekologi, dan kedaulatan teknologi/AI.
Pada aspek APBN, mereka menyoroti alokasi belanja program prioritas APBN 2026 sebesar Rp1.377,9 triliun yang mencakup MBG, Kopdes Merah Putih, Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda. Mereka juga mencatat adanya penyesuaian anggaran MBG dari Rp335 triliun menjadi sekitar Rp217-218 triliun, sehingga menurut mereka diperlukan keterbukaan perhitungan fiskal dan audit efektivitas belanja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait MBG, rilis tersebut menyebut program telah menjangkau 56,99 juta penerima manfaat per 31 Agustus 2026. Namun mereka menilai perlu evaluasi dampak yang memadai terhadap gizi, kesehatan, dan capaian pendidikan, termasuk standar keamanan pangan dan transparansi rantai pasok.
Untuk Kopdes Merah Putih, mereka mengutip data dashboard Simkopdes per 16 Oktober 2026 yang mencatat 26.402 unit pembangunan fisik selesai, namun baru sekitar 10.070 koperasi yang beroperasi dari target 35.000 unit akhir 2026. Mereka menilai pembangunan fisik perlu diiringi kesiapan tata kelola dan usaha koperasi.
Pada sektor demokrasi, mereka mengutip Indeks Demokrasi Indonesia 2025 dari BPS sebesar 78,19 kategori sedang dengan skor aspek kebebasan di tingkat pusat 66,80, serta catatan masyarakat sipil terkait kebebasan berekspresi dan hak digital. Isu ekologi dan kedaulatan AI juga menjadi sorotan, termasuk dorongan regulasi AI yang berpihak pada perlindungan data pribadi dan hak asasi.
Rilis tersebut ditutup dengan 7 tuntutan bersama, di antaranya evaluasi terbuka program prioritas, APBN akuntabel, penguatan pendidikan publik dan kebebasan akademik, perlindungan kebebasan sipil dan pers, penghentian perusakan ekologi, pembangunan kedaulatan teknologi, serta pembukaan ruang dialog nasional inklusif.
Hingga berita ini diturunkan, siaran pers tersebut merupakan pernyataan sikap dari IKA 98, GERAK 98, dan 98 Garis Lucu sebagai bagian dari kontrol publik. (Lia Hambali)
Reporter : Supriyadi






















