SINGKIL, agaranews.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bangkit Bersama Kampung Sebatang, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, resmi menggelar panen perdana ayam petelur pada Minggu (24/5/2026). Kegiatan ini menandai keberhasilan implementasi program ketahanan pangan tahun 2025 yang didanai melalui alokasi Dana Desa, sebagai bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan ketersediaan pangan di tingkat kampung.
Ketua BUMDes Bangkit Bersama, Buyung Bancin atau yang akrab disapa Uyung Jetor, menyatakan bahwa pengelolaan ayam petelur merupakan salah satu program prioritas desa dalam pemanfaatan Dana Desa tahun anggaran 2025. Ia mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya panen perdana ini, yang dinilai sebagai bukti konkret bahwa dana yang dikelola dapat menghasilkan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
“Ini merupakan salah satu program Desa Sebatang dalam pengelolaan Dana Desa tahun 2025, yaitu pengelolaan ayam petelur. Alhamdulillah, hari ini kita telah melakukan panen perdana,” kata Uyung Jetor. Ia berharap seluruh pihak dapat terus mendukung program ini agar pengelolaan Dana Desa ke depan semakin berkembang, maksimal, dan berkelanjutan.
Dewan Penasehat BUMDes Bangkit Bersama, Asmaruddin, menambahkan bahwa kesuksesan program ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) Kampung Sebatang. Saat ini, BUMDes telah menjalankan dua sektor usaha utama, yaitu kebun nangka milik BUMDes dan usaha ayam petelur melalui program ketahanan pangan, yang menjadi pilar ekonomi baru bagi desa tersebut.
“Kami berharap pihak BUMDes terus meningkatkan program ketahanan pangan ke depan. Ini baru langkah awal yang kita lakukan, semoga ke depan bisa lebih maksimal lagi,” tegas Asmaruddin. Acara panen perdana ini turut dihadiri oleh Kepala Mukim Punaga Kadimon, pendamping desa, pendamping lokal desa, perwakilan Kecamatan Gunung Meriah, serta pengurus BUMDes dan tamu undangan lainnya, yang semuanya memberikan dukungan penuh bagi kemajuan usaha desa. A























